Category Archives: Ajakan

Do Good (Design) Indonesia Terus Bergulir

Setelah menerbitkan buku Do Good Design dalam bahasa Indonesia, Aikon Media Publik bekerjasama dengan Adgi dan beberapa organisasi lainnya mengundang penulisnya, David Berman, ke Indonesia. Tujuannya adalah saling bertukar wawasan dan pengalaman tentang Do Good Design, yang sesungguhnya di Indonesia sendiri juga telah berlangsung dan tersebar.

David Berman yang juga menyusun kode etik profesi Icograda rencananya akan berdialog dengan Adgi tentang kode etik profesi untuk desainer grafis Indonesia. Di Jakarta program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara dan Aikon juga mengadakan workshop Better Jakarta, sebagai rangkaian acara kunjungan Berman. Selain workshop di Jakarta, Aikon dan Adgi akan melanjutkan workshop bersama David Berman di Yogyakarta dan Bali.

Adapun cetakan kedua dari Buku Do Good Design ini dimungkinkan terbit atas kerjasama Aikon, Adgi dan Dkv Binus. Dorongan untuk memperbaiki bidang profesi dan keilmuan Desain Komunikasi Visual untuk lebih mampu berperan memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat sekitarnya terus digulirkan. Selamat untuk para penggiat Do Good Indonesia!

Desain: Enrico Halim, Ilustrasi: Morezza

Advertisements

Catatan dari 13 tahun yang lalu

Desain Poster: Adit Jerome Wardoyo

Mulai dari empat mahasiswa Trisakti ditembak tentara, lalu, korban berjatuhan, dibakar, dibunuh, diperkosa, dan dianiaya. Banyak pula hilang tak tentu rimbanya. 13 tahun sudah peristiwa itu berlalu. Tragedi Mei melanda Jakarta dan sekitarnya serta beberapa kota lain, berlangsung pada 12, 13, dan 14 Mei, 1998.

Banyak diantara kita yang meragukan gunanya mengungkit dan menggali ingatan masa lalu. Tak produktif, menyakitkan, lebih baik menatap masa depan, begitu mereka berujar. Tentu saja itu ada benarnya. Terutama bila itu terkait dengan memori buruk, trauma, rasa sakit, yang pernah kita alami. Namun sebagian lagi menyatakan bahwa berupaya melupakan pun hanyalah kepura-puraan, toh kita tak mungkin juga melupakan. Bagaimana kita dapat menata dan menatap masa depan dengan jernih, bila kita berpijak pada masa lalu yang kita represi dengan rapuh? (Pura-pura) melupakan hanyalah tanda bahwa kita tak pernah belajar dari masa lalu.

Mengingat dan memperingati adalah cara penting untuk tidak mengulangi masa lalu. Bangsa Jerman belajar menatap masa depan dengan mendirikan museum pembantaian terhadap orang Yahudi oleh Nazi. Bukannya (pura-pura) melupakan Auschwitz, dan kamp-kamp konsentrasi lainnya. Sayang bangsa kita masih harus belajar utk memahami masa lalu, walau itu memang tidak pernah menyenangkan, agar dapat melangkah ke masa depan dengan teguh. Mari kita memperingati masa lalu untuk menjahit luka.

Rangkaian acara Peringatan Tragedi Mei 98 (dikutip dari aikon2

Desain Poster: Enrico Halim

Jumat
6 Mei 2011
Roadshow Media – Kompas
Kontras

Selasa
10 Mei 2011
10.00 WIB: Roadshow Media- Koran Tempo. Kontras (tentatif)
14.00 WIB: Roadshow Media. Media Indonesia (tentatif)

Selasa-Jumat
10 – 13 Mei 2011
10.00 – 15.00 WIB: Pameran, Talkshow dan Peluncuran Koran Beta. Solidaritas Nusa Bangsa & Universitas Kristen Indonesia

Rabu
11 Mei 2011
14.00 – 16.00 WIB: Peluncuran kegiatan Peringatan Tragedi Mei 1998 dan Konferensi Pers Bersama di Komnas Perempuan serta peluncuran hasil survey Jaringan Tionghoa Muda
15.00 -17.00 WIB: Talkshow dan peluncuran Koran Beta. Solidaritas Nusa Bangsa
14.00 -selesai: Roadshow Media-The Jakarta Post. Kontras + Komunitas Korban

Kamis
12 Mei 2011
10.00 WIB: Roadshow Media-Poskota. Komnas Perempuan
10.00 WIB: Audiensi ke Kejaksaan Agung di Kejaksaan Agung. Kontras (tentatif)
13.00 – selesai: Audiensi ke Komisi III DPR
16.00-17.00 WIB di depan Istana Pameran Korban, Aksi Kamisan Mei

Jumat
13 Mei 2011
09.00-10.00 WIB: Tabur Bunga & Ziarah ke TPU Pondok Rangon. Kontras dan Paguyuban Korban Mei
19.00 – selesai Malam Budaya. Solidaritas Nusa Bangsa & Universitas Kristen Indonesia
19.00 WIB: Malam Renungan; Pengajian (tentatif)

Minggu
15 Mei 2011
08.00 Wib – selesai: Napak Reformasi. Komnas Perempuan
09.00-10.00 WIB: Jalan Santai “Melawan Lupa”. Kontras

Senin
16 Mei 2011
10.00 – 18.00 WIB di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia
Pemutaran (2 Film) dan Diskusi Film (Narasumber: Mugiyanto, Dosen Sejarah, Efendi Simbolon*)+ Pameran: mural Kontras, instalasi dr mahasiswa
Klub Studi Sejarah Universitas Indonesia

Kamis
19 Mei 2011: Launching Analisa Media ttg Perdebatan UU Pornografi. Komnas Perempuan

Sabtu
21 Mei 2011: Konvoi sepeda gowes to remember 98: trisakti – semanggi dan panggung ekspresi. Kontras (tentatif)

Senin
23 Mei 2011
13.00 – selesai: Pemutaran dan diskusi film ” Cinta” di Universitas Tarumanagara. Universitas Tarumanegara
Launching Analisa Media 2010 kaitannya dengan Kekerasan Seksual. Komnas Perempuan (tentatif)

Senin – Rabu
23 – 25 Mei 2011
16.00- selesai: Perayaan Kebergaman: Boneka, Foto, Poster, Maket, dll. di Universitas Tarumanagara

Rabu
25 Mei 2011
13.00 – selesai: Pemutaran dan diskusi film di Universitas Tarumanagara
14.00 WIB di MK: Teleconference dengan kawan2 berbagai daerah untuk diskusi Keberagaman. Komnas Perempuan (tentatif)

Merapi Meletus dan Tsunami di Mentawai

Senin lalu gempa berkekuatan 7.2 pada skala Richter mengguncang kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dan mengakibatkan gelombang Tsunami setinggi 1.5 meter. Korban tewas 154 orang dan hilang 400 orang (Kompas.com, 27 Okt, pk 07.23). Sementara itu Selasa sore Gunung Merapi di Jawa Tengah meletus mengakibatkan 29 orang tewas hingga Rabu sore ini (Kompas.com, pk. 07.26).

Jangan Larang Buku: Undangan Sidang Uji Materi Pelarangan Buku oleh Kejagung di Mahkamah Konstitusi

desain ikon oleh Alit Ambara

Yang Terhormat,
Bapak/Ibu dan Rekan-rekan
Di Tempat

Kami mengundang Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian menghadiri sidang pertama uji materi (judicial review) UU No. 4/PNPS/1963 yang dijadikan Kejaksaan Agung RI sebagai landasan hukum untuk melarang peredaran pelarangan buku dan barang-barang cetakan lainnya. Sidang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Kamis, 15 April 2010
Waktu : 15.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang Panel Lt. 4 Gedung Mahkamah Konstitusi,
Jl. Medan Merdeka Barat No. 7

Permohonan uji materi ini diajukan oleh Institut Sejarah Sosial Indonesia (ISSI), penerbit buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto karya John Roosa, dan Rhoma Dwi Aria Yuliantri, salah satu penulis buku Lekra Tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakyat 1950-1965. Kedua buku dilarang bersama dengan tiga buku lainnya oleh Kejaksaan Agung pada 22 Desember 2009.

Kami berharap persidangan ini bisa menjadi ruang terbuka bagi publik untuk membela hak berekspresi dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran dan dukungan Bapak/Ibu serta rekan-rekan sekalian karena itu sangat kami harapkan.

Hormat kami,
Agung Ayu Ratih
Ketua Pengurus ISSI

Hilmar Farid
Ketua Dewan Pembina ISSI

Pakai baju Hitam atau Putih untuk Tragedi Mei ’98

Poster Mei 98

Mempertahankan ingatan bersama mengenai sebuah tragedi menjadi penting, terutama ketika negara secara resmi tidak menganggap peristiwa ini nyata ada. Ketika negara dan banyak warga meragukan adanya Tragedi 13 – 14 Mei, maka peristiwa ini nyaris hilang dari perbincangan. Ketika para korban yang merasa tidak mendapatkan haknya untuk diperlakukan adil berusaha melupakan dan menekan ingatan terhadap tragedi sedalam mungkin dibawah sadar, maka peristiwa ini akan semakin dianggap fiktif oleh generasi mendatang. Demikian pula dengan peristiwa penculikan para aktivis reformasi yang hingga kini masih gelap, tanpa adanya perhatian dari pemerintah dan publik luas, maka yang tersisa hanyalah kepedihan keluarga korban penculikan. Bahkan dikhawatirkan ketidakpedulian pemerintah terhadap pengusutan kasus Tragedi Mei 98, adalah sebuah proses pembiaran dan pelupaan yang disengaja oleh negara, sebuah amnesia politik untuk mengubur dalam-dalam lembar hitam sejarah bangsa – tanpa ingin belajar darinya agar tak terulang lagi di masa depan.

Poster di atas mengajak kita bersama untuk gunakan baju hitam atau putih disekitar tanggal 12 -15 Mei 2009, sebagai sebuah gerakan simbolik untuk bersimpati serta mengenang para korban Tragedi Mei 1998. Diharapkan hal ini menjadi awal dari sebuah upaya untuk mempertahankan ingatan kolektif tentang Tragedi Mei, agar kebenaran dapat terungkap. Karena sesungguhnya kita berhutang pada para korban, dan pada kebenaran.

Link dokumen: Poster Mei 98 format pdf: Poster Mei 98

HARI TANPA TV 2008

Jangan lupa Matikan TV Sehari: Minggu, 20 Juli!

Hari Tanpa TV adalah hari di mana keluarga-keluarga di Indonesia tidak menyalakan TV selama sehari penuh. Hari Tanpa TV bukan berarti kita memusuhi TV, tapi sebagai ungkapan prihatin pada TV yang banyak menayangkan acara-acara tidak berkualitas.

Tujuan Gerakan Ini Adalah:

1. Mengurangi ketergantungan anak-anak pada TV.

2. Sarana ungkapan keprihatinan terhadap acara TV yang tidak berkualitas.

Makna hari tanpa TV:

1. Keluarga mendapatkan kesempatan berharga untuk melakukan aktivitas bersama tanpa gangguan TV.

2. Wujud nyata dari kesadaran pentingnya bermedia secara cerdas dan kritis.

 

Informasi dan Dukungan:

Fax: 021.8690.5680

Email: haritanpatv@ kidia.org

SMS DUKUNGAN : 0812.1002.4009

Dukungan Anda sangat penting bagi perlindungan anak Indonesia

 

Info lengkap:

http://www.kidia. org/news/ tahun/2008/ bulan/06/ tanggal/02/ id/71/