13 Tahun Tragedi Mei ’98 Bersama Kita

Boneka Tragedi Mei 98, karya: Bertha (foto: Kurnia Setiawan)

Menjahit boneka. Ya, ibu-ibu keluarga korban Tragedi Mei ’98 berupaya mengingat anggota keluarga mereka yang telah 13 tahun meninggalkan mereka dengan cara menjahit dan membuat boneka dari kain putih, seukuran 10 – 12 cm. Menjahit boneka bagi ibu-ibu keluarga korban, diibaratkan sebagai proses menjahit luka, demi kesembuhan. Boneka itulah yang kemudian dieksplorasi oleh para mahasiswa Universitas Tarumanagara (Untar) untuk menyampaikan pesan persatuan dan keberagaman bangsa. Acara ini kemudian dirangkai dalam peringatan Kebangkitan Nasional 20 Mei.

Ketua Forum Keluarga Korban Mei '98 (Foto: Kurnia Setiawan)

Hasil karya kolaborasi antara ibu-ibu keluarga korban dan mahasiswa-mahasiswa Untar itu kemudian dipamerkan bersama karya fotografi dan poster bertema sama: Keberagaman dan Kebangkitan Nasional. Acara ini digagas oleh berbagai lembaga seperti: Aikon Media Publik, ELSAM, DKV Fakultas Seni Rupa dan Desain Untar, Forum Keluarga Korban Mei ’98, Grafisosial, INTI, JTM, Komnas Perempuan, Kontras, dan Ruangrupa.

Acara ini diisi pula oleh pemutaran film dan diskusi bersama Ade Darmawan, direktur Ruangrupa. Hal yang paling menarik dari peringatan Tragedi Mei 98 ini adalah keterlibatan mahasiswa-mahasiswi yang pada saat peristiwa Tragedi Mei terjadi, baru berusia sekitar 10 tahun. Mereka hanya pernah mendengar samar-samar tentang kejadian tersebut, dan demikian tergugah ketika bertemu langsung dan mendengarkan kesaksian seorang ibu yang anaknya menjadi korban Tragedi Mei 98. Diharapkan dengan peringatan ini, generasi muda dapat memahami pentingnya membangun Indonesia yang beragam dan bersatu, Bahwa persatuan dan keberagaman bukan hadir begitu saja. Persatuan dan keberagaman adalah sesuatu yang harus terus diupayakan bersama.

Ester Indah Jusuf dan para mahasiswa

Beberapa orang dari mereka yang memungkinkan pameran ini berlangsung (foto: Kurnia Setiawan)

One response to “13 Tahun Tragedi Mei ’98 Bersama Kita

  1. Semoga tidak terulang lagi kejadian seperti dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s