Hidup itu Indah – Sebuah Cergam Kritis

Sampul Muka

Tahun 2010 baru saja berlalu. beberapa peristiwa di tahun 2010 berkait dengan insiden tindak kekerasan oleh organisasi massa (ormas) agama mayoritas (dari segi jumlah) terhadap umat agama atau kepercayaan lainnya. Tentu menjadi sangat disayangkan mengingat Negeri kita masih berasaskan Pancasila sebagai dasar negara.

Mayoritas memiliki kekuasaan

Permasalahan inilah yang coba diangkat dan rekam oleh komikus (Cergamis) Aji Prasetyo, melalui komiknya (Cergam) “Hidup itu Indah” (Penerbit Cendana Art Media, 2010). Tebal 215 halaman dengan ukuran: 14X20cm. Digarap dengan teknik yang sangat baik. Bentuk Cergam ini cukup unik, karena menggabungkan gambar dan tulisan sebagai sarana penyampai pendapat. Terdiri dari lima Bab dan tulisan opini dari sang Cergamis. Tulisannya sangat tajam dan kritis dalam menanggapi berbagai kekerasan atas nama Agama yang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia, bahkan di depan hidung aparat Kepolisian. hal ini secara tegas diungkapkan Aji pada sampul muka cergam. Terlihat seorang Polantas menghentikan sebuah motor dinaiki oleh 3 (tiga orang tanpa helm. Mereka menjawab: “Melanggar? Ayat yang mana, Hadits yang mana?”

Front Pencemar Islam

Sebagai sebuah cerita bergambar maka komik ini menampilkan gabungan menarik antara kemampuan teknis dengan wawasan dan sikap kritis yang sangat kuat pada diri Aji Prasetyo, diwarnai sedikit sarkasme, dan sedikit bias-gender (sebagaimana disinggung oleh Ayu Utami di pengantarnya). Ditengah-tengah tindak-kekerasan dan represi dari kaum fundamentalis agama mayoritas terhadap kaum minoritas, maka cergam Aji Prasetyo menjadi sangat berharga, mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berpikir ulang tentang dominasi mayoritas, apakah mayoritas identik dengan otoritarianisme. Apakah mayoritas boleh bersikap tidak adil pada minoritas?

Sebuah komik yang sangat penting untuk bangsa yang sedang bingung. Cergam Hidup itu Indah berhasil menjadi sebuah pamflet politik dari sang cergamis, Aji Prasetyo. Mewakili dan mendorong mayoritas-diam utk lebih berpartisipasi mencegah timbulnya negara agama.

11 responses to “Hidup itu Indah – Sebuah Cergam Kritis

  1. Ancilla Irwan

    sebenarnya saya selalu penasaran loh Mas…
    ketika negara Indonesia baru mau dibentuk, apa alasan para pendiri bangsa ini untuk memutuskan tidak mendirikan negara Islam tapi malah Republik…

  2. negara islam itu konyol

  3. Sepertinya buku ini menarik BGT.
    Gimana cara ngedapetinnya?

  4. membaca resensi ini, keliatanya agama yang mayoritas ini seolah benar-benar dapat terwakili oleh kelompok ormas tersebut, sementara yang berbuat mungkin saja sekelompok minoritas dari mayoritas di ormas tersebut?
    Karena dibuat dari sudut pandang pribadi, ada kesan penulis jadi terlalu menghakimi dan kehilangan objektivitas. Tidak baik untuk pengetahuan yang lebih komprehensif.

  5. Paling engga komik ini bisa membuat saya kontemplasi dengan cara berbeda, saya dikasih komik ini pada acara diskusi di daging tumbuh yogyakarta, sedikit cerita saya tentang komik itu ada di http://jarwadi.wordpress.com/2011/03/22/komik-review-hidup-itu-indah-bila-memelihara-kambing-hitam/

    salam

  6. Keliatannya sampeyan salah sangka, karena Mas Aji sendiri mengatakan dalam bedah bukunya bahwa FPI itu sebagian kecil dari umat Islam. Dan saya pikir bila sampeyan lebih seksama lagi dalam membaca pasti sampeyan bakal sadar bahwa yang dikritik adalah kita sendiri, orang-orang yang berada di bagian besar, pak polisi dan pak politisi, masyarakat umum yang tahu bahwa FPI itu gak bisa dibenarkan dari segi mana pun tapi tetep aja gak ada tindakan pada mereka. Liat aja panel2 tentang Polisi yang dilecehkan oleh FPI, bukankah itu yang menandakan bahwa negara dan bangsa ini yang lemah? Ingat lagi FPI tidak sebesar keliatannya.

    Dan keliatannya sampeyan juga salah kutip untuk panel ke-2, yang secara kejam dan menyesatkan anda sebut sebagai “mayoritas memiliki kekuasaan”, padahal dalam komiknya sendiri tidak disebut-sebut soal konflik mayoritas-minoritas, yang ada justru kritikan bahwa 20% orang Islam yang kaya tidak tergerak untuk mengentaskan 80% orang Islam yang miskin dari kemiskinan mereka. Padahal yang 20% itu sudah bolak-balik naik haji, dan bila ada misionaris yang membantu orang Islam miskin, maka kaum 20% ini akan berteriak lantang “KRISTENISASI!!!!”.

    Kalau boleh usul mas, meski ini komik, tapi membacanya jangan sambil lalu, apalagi untuk kepentingan resensi. Jadinya resensi anda menyesatkan, kasian yang belum membaca (misal si YOWS) jadi kadung berpikiran negatif pada mas Aji.

  7. To: Bimo, Komik ini masih bisa didapatkan di toko2 selain Gramedia (yang sudah menarik buku ini dari peredaran) seperti Gunung Agung atau Toga Mas. Jika tak menemukan juga bisa pesan ke aksamstore@gmail.com (tersedia paket merhandise: TShirt) lihat2 di FB: Cendana Art Media. Terimakasih

  8. Dwi Sunaryati Aji

    Menggugah pembaca untuk berefleksi sebagai orang Indonesia, begitulah komik ini berbicara. Semoga tidak berhenti dengan begitu saja tapi ada feedback tindakan, tidak memberi ruang kepada 20% manusia Islam bingung untuk bersuara lebih keras lagi.

  9. Saya salut atas kritikannya pada arogansi dan anarkisme yang merebak di Indonesia. Dimana mereka ini membawa-bawa label Islam. Sedangkan Islam itu sendiri tidak pernah mengajarkan hal yang demikian. Karena Islam bukan agama teroris. Tapi saran saya, seyogyanya tidak menggunakan ilustrasi penampilan Islam. Karena penampilan yang digambarkan dalam buku ini adalah ajaran Islam, Ajaran Rasulullah! Sehingga kita harus berhati-hati dalam hal ini. Agar kita tidak menyelisihi apa yang diajarkan Rasulullah dengan menghina apa yang dituntunkan Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

  10. terima kasih masukannya, semoga komikusnya membaca komentar anda. Wassalam.

  11. .kerenn mast broo..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s