Monthly Archives: December 2010

Hidup itu Indah – Sebuah Cergam Kritis

Sampul Muka

Tahun 2010 baru saja berlalu. beberapa peristiwa di tahun 2010 berkait dengan insiden tindak kekerasan oleh organisasi massa (ormas) agama mayoritas (dari segi jumlah) terhadap umat agama atau kepercayaan lainnya. Tentu menjadi sangat disayangkan mengingat Negeri kita masih berasaskan Pancasila sebagai dasar negara.

Mayoritas memiliki kekuasaan

Permasalahan inilah yang coba diangkat dan rekam oleh komikus (Cergamis) Aji Prasetyo, melalui komiknya (Cergam) “Hidup itu Indah” (Penerbit Cendana Art Media, 2010). Tebal 215 halaman dengan ukuran: 14X20cm. Digarap dengan teknik yang sangat baik. Bentuk Cergam ini cukup unik, karena menggabungkan gambar dan tulisan sebagai sarana penyampai pendapat. Terdiri dari lima Bab dan tulisan opini dari sang Cergamis. Tulisannya sangat tajam dan kritis dalam menanggapi berbagai kekerasan atas nama Agama yang berlangsung di tengah masyarakat Indonesia, bahkan di depan hidung aparat Kepolisian. hal ini secara tegas diungkapkan Aji pada sampul muka cergam. Terlihat seorang Polantas menghentikan sebuah motor dinaiki oleh 3 (tiga orang tanpa helm. Mereka menjawab: “Melanggar? Ayat yang mana, Hadits yang mana?”

Front Pencemar Islam

Sebagai sebuah cerita bergambar maka komik ini menampilkan gabungan menarik antara kemampuan teknis dengan wawasan dan sikap kritis yang sangat kuat pada diri Aji Prasetyo, diwarnai sedikit sarkasme, dan sedikit bias-gender (sebagaimana disinggung oleh Ayu Utami di pengantarnya). Ditengah-tengah tindak-kekerasan dan represi dari kaum fundamentalis agama mayoritas terhadap kaum minoritas, maka cergam Aji Prasetyo menjadi sangat berharga, mengajak kita untuk berhenti sejenak dan berpikir ulang tentang dominasi mayoritas, apakah mayoritas identik dengan otoritarianisme. Apakah mayoritas boleh bersikap tidak adil pada minoritas?

Sebuah komik yang sangat penting untuk bangsa yang sedang bingung. Cergam Hidup itu Indah berhasil menjadi sebuah pamflet politik dari sang cergamis, Aji Prasetyo. Mewakili dan mendorong mayoritas-diam utk lebih berpartisipasi mencegah timbulnya negara agama.