Sebuah catatan tentang komik rada lucu “Guru Berdiri Murid Berlari”

Sampul muka Komik Rada Lucu karya Eko

Buku KRL edisi Guru Berdiri Murid Berlari adalah sebuah “Glitik sosial dunia pendidikan sekitar kita” sebagaimana deskripsi di sampul depan buku Eko. Buku ini berukuran 20cm X 14cm dan berisi 96 halaman. Isinya sangat menarik, lucu, dan juga Satir, sebagaimana deskripsi di buku itu. Pada pengantar Eko menulis bahwa sedikit-banyak perilaku pendidik akan mempengaruhi pula tindak-tanduk dan hasil-belajar peserta didik. Itulah yang membuat guru dan tenaga pendidik menjadi pekerjaan atau profesi yang tidak mudah. Walaupun Eko mencoba sedikit merendah dengan mengatakan bahwa “komik ini hanya humor hiburan semata, suatu kondisi yang disajikan secara lebay” namun Eko sebagai komikus “percaya bahwa satu hal yang benar-benar sangat perlu dibenahi paling awal di negara kita ini adalah dunia pendidikan”. Sebuah pernyataan lugas dan kritis yang sangat serius, bukan lagi sebuah humor.

Bagian dalam (halaman 15), mengabadikan gambaran nyata kondisi sekolah kita

Komik empat panel yang disebut sebagai satir ini bukan lagi “rada lucu” namun boleh dibilang sangat lucu. Karakter-karakter dalam komik di gambar oleh Eko dengan ciri khas mata yang memanjang hingga keluar dari garis wajahnya. Memotret fenomena-fenomena ringan yang banyak kita jumpai di dunia sekolah kita, mulai dari guru galak, guru suka memukul, guru yang genit, dan perilaku siswa mencontek.

Namun selain tema-tema ringan, Eko juga memotret fenomena bangunan sekolah yang bocor (hal 15), tentang murid mau bunuh diri karena tidak lulus Ujian Nasional (hal 61) – namun gagal karena tidak mengerti pelajaran Fisika (mengukur ketinggian ruang untuk menentukan panjang tali yang akan digunakan). Bahkan buku ini ditutup oleh komik yang menjelaskan tentang banyaknya anak Indonesia yang belum mengenyam pendidikan (hal 94). Pada panel terakhir Eko menulis bahwa “11 juga anak usia 7-8 tahun tak terdaftar sekolah di 33 provinsi se-Indonesia”, dikutip Eko dari Komnas Perlindungan Anak.

Sebuah penutup yang sangat menggugah

Sayangnya Eko ‘terpeleset’ pada halaman 85, ketika memasukkan sebuah tema sensitif – tentang siswa dengan orientasi seks yang berbeda dari kebanyakan orang – sebagai banyolan. Selain dari satu halaman tersebut, secara keseluruhan buku KRL Guru Berdiri Murid Berlari mampu menyuguhkan humor-humor lawas, yang sudah umum kita dengar dengan tampilan satir dan lebay yang sangat lucu, dikombinasikan pula dengan sindiran dan pernyataan keprihatinan komikus akan kondisi pendidikan di Indonesia. Sungguh sebuah buku yang penting untuk dibeli dan dibaca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s