Pameran Komik Rada Lucu – Eko S. Bimantara

Sambutan Eko di depan Serrum Galeri

Akhir tahun 2009 yang lalu, kota Jakarta mendapat kehormatan karena menjadi tempat kelahiran sebuah galeri baru yang kecil dan relatif sederhana di bilangan Jakarta Timur. Serrum Galeri namanya, didirikan oleh sebuah organisasi seni rupa berbasis komunitas yang bernama sama, Serrum. “Serrum adalah sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari guru dan seniman yang bergerak dalam lingkup sosial-pendidikan melalui medium seni rupa”. Demikian penjelasan singkat pada bagian belakang katalog sederhana dari sebuah pameran tunggal Eko S. Bimantara, yang berlangsung dari tanggal 12 Desember hingga 27 Desember 2009 lalu di Serrum Galeri, jalan Kayu Manis II no. 12, Jakarta Timur.

Memasuki galeri Serrum yang baru diresmikan, jangan membayangkan kita memasuki sebuah galeri seni rupa yang gemerlap di bilangan Kemang ataupun galeri-galeri seni rupa komersial besar di kota metropolitan ini. Galeri Serrum terletak di pemukiman warga yang padat, di samping rel kereta api sekitar Pasar Burung daerah jalan Pramuka. Galeri itu berada di sebuah rumah yang dikontrak beramai-ramai oleh komunitas Serrum, sehingga galeri itu juga merangkap sebagai tempat tinggal dan kantor, selain juga sebuah kafe kecil di depannya. Hampir seluruh anggota Komunitas Serrum ini terdiri dari seniman dengan latar belakang mahasiswa dan lulusan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun dari pameran pertamanya, telah nampak idealisme dan semangat aktivisme yang tinggi – mengingatkan saya pada militansi galeri-galeri di kota Yogya.

Mural di salah satu sisi ruang galeri

Menempati ruang pamer kecil berukuran sekitar 3 X 5 meter, pameran komik Eko tampil dengan menarik. Dua sisi dinding pameran di jadikan tembok mural yang menghidupkan suasana pameran. Sedangkan dua sisi lainnya berisi beberapa kanvas putih yang digambari komik secara langsung – bukan cetak digital sebagaimana dugaan penulis. Pameran tunggal Eko S. Bimantara ini berjudul Komik Rada Lucu – Edisi Khusus “Baca Komik”. Isi pameran menguraikan berbagai sisi dalam praktik membaca komik di masyarakat. Mulai dari anggapan masyarakat bahwa komik tidak bermutu, bagaimana komik mempengaruhi perilaku pembacanya, komik dibandingkan dengan sinetron, hingga relasi komik dengan kegiatan yang dianggap bertentangan diametral – belajar.

Salah-satu karya Eko S. Bimantara

Salah-satu karya pameran Eko S. Bimantara

Salah-satu karya Eko S. Bimantara

Format komik yang dipamerkan dalam satu kanvas berisi sebuah strip komik terdiri dari empat frame atau bingkai gambar. Tiap kanvas menceritakan dengan lucu berbagai sisi praktik baca komik di masyarakat, mulai dari yang sering kita temui sehari-hari, hingga yang tidak pernah kita temui dalam kehidupan – karena di dramatisir oleh Eko. Format karya Eko yang dibuat di sebuah kanvas ini cukup unik. Di satu sisi memberi kesempatan pada komik untuk dikoleksi dan ditampilkan “setara” dengan lukisan, namun sayangnya, di sisi lain menggambarkan sikap submisif seniman komik terhadap dunia seni lukis.

Namun bagaimanapun format dan ukuran dari pameran di galeri Serrum ini, pameran tunggal Eko S. Bimantara ini tetaplah memberikan sebuah penyegaran bagi dunia seni rupa. Pameran perdana dari Serrum Galeri ini merupakan sebuah langkah awal yang sangat penting bagi berkembangnya sebuah komunitas seni rupa yang peduli terhadap berbagai permasalahan sosial di masyarakat. Selamat untuk Eko S. Bimantara untuk pameran tunggalnya, dan juga selamat untuk Serrum Galeri, agar terus memberi pencerahan pada publik di negeri ini.

Tentang Komik Rada Lucu.

Komik Rada Lucu adalah sebuah serial karya komik yang dibuat oleh Eko S. Bimantara, anggota komunitas Serrum. Serial Komik ini awalnya muncul sebagai sebuah karya seni rupa di ruang publik untuk mengedukasi masyarakat pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek (Jakarta – Bogor – Depok – Tanggerang – Bekasi) agar tidak menumpang kereta di atap KRL. Itu sebabnya komik ini dinamakan Komik Rada Lucu, sebagai nama plesetan dari Kereta Rel Listrik. Komik tersebut disebarkan gratis pada para penumpang KRL di stasiun-stasiun hingga di Stasiun Jakarta Kota pada awal tahun 2009. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari perhelatan seni rupa akbar Jakarta Biennale 2009 yang diadakan oleh Dewan Kesenian jakarta. Tanggapan masyarakat sangat antusias, penumpang senang membacanya. Serial KRL ini kemudian diterbitkan rutin dengan ukuran setengah A4 dengan teknik foto kopi. Kemudian Serrum membuat grup Komik Rada Lucu di jejaring sosial Facebook yang kini anggotanya telah mencapai 4.170 orang penggemar. KRL edisi khusus “Baca Komik” diterbitkan dalam bentuk pameran, sedangkan KRL edisi “Guru Berdiri Murid Berlari” diterbitkan dalam bentuk buku komik oleh sebuah penerbit di Yogyakarta pada tahun 2009 juga, bersamaan dengan pameran Eko di atas.

2 responses to “Pameran Komik Rada Lucu – Eko S. Bimantara

  1. Terima kasih atas updatenya, Adit..
    semoga kapan2 bisa mampir, ah..

  2. sama sama Rico..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s