Poster “Kejebak mct, rusuh dmn2”: Aikon Untuk Bangsa Pelupa

gabsplg800x600

Poster ini karya Surianto Rustan untuk pameran Grafika Politika, yang diadakan dalam rangka FGD Expo 2009, pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 2009 yang lalu. Poster ini hanya salah satu dari banyak poster lain yang sangat menarik. Namun kami memuatnya disini, mengingat poster ini menyampaikan pesan yang bersifat memorial terhadap tragedi Mei ’98 secara sederhana dan gamblang. sangat unik.

Pada poster itu terlihat sebuah telpon genggam dengan layar berisi pesan pendek berbunyi: “Terjebak mct, rusuh dmn2, mhn doa, aku ga bs pulang – 13-05-1998”. Pada bagian bawah poster terdapat beberapa baris kalimat sebagai teks yang cukup membuat kita giris membacanya: “Mau dihapus dari ingatan tidak mungkin, mau bangun dari mimpi buruk tidak mampu, mau sembuh dari luka tidak akan, menjerit-jerit dalam kerangkeng, di kedalaman hati yang paling dalam”. Teks ini mungkin terasa sedikit terlalu panjang untuk sebuah poster. Namun tak apalah, sebuah “kelemahan” yang sangat dapat ditolerir.

Dari jarak jauh poster berukuran besar ini mendadak menarik perhatian karena warnanya yang kelam, dengan secercah warna putih ditengah poster – yang setelah didekati ternyata layar telpon genggam tersebut. Ikon layar ber-sms itu serta merta me- recall kita pada ingatan masa lalu, ketika huru hara rasis itu merebak di seantero jakarta. Kata kata dalam sms itu menggambarkan ketidakjelasan keadaan, kepanikan, yang menjangkiti warga jakarta secara kolektif.

Poster ini mengingatkan kita kembali adanya Pe-eR besar bangsa ini: mengembalikan pluralisme dan kebersamaan rasa dalam memiliki bangsa ini. Poster ini menjadi penting sehingga kami angkat kembali dalam jurnal grafisosial sebagai sebuah ikon pengingat bahwa kita sebagai bangsa masih harus menyelesaikan masalah Peraturan-peraturan Daerah (Perda) yang bersikap tidak adil terhadap agama yang secara jumlah penganut, bersifat minoritas, atau juga bangsa yang secara praksis bersikap tidak adil terhadap suku – yang secara jumlah dianggap minoritas di negeri ini. Hal ini mengkhawatirkan karena sebuah pemerintahan yang berdasarkan Pancasila seharusnya bersikap adil terhadap semua agama yang diakuinya sendiri dalam UUD – juga terhadap semua etnis. Dari sudut pandang hukum, tak perlulah negara mengatur ranah spiritual, mengingat Indonesia adalah negara Pancasila – bukan negara agama. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan SBY mendatang bersama para wakil rakyat yang baru dilantik – apakah akan membawa Indonesia dalam politik sektarian, atau politik bangsa kesatuan berdasar UUD dan Pancasila.

Oleh karena itu Poster Surianto Rustan tersebut di atas, sungguh merupakan sebuah karya grafis yang sangat berarti untuk diangkat kembali, atau bahkan dicetak dan disebarluaskan menjelang pembentukan pemerintahan baru SBY dan awal masa kerja wakil rakyat. Poster ini dapat jadi pengingat mereka untuk tuntaskan Pe-eR mengamankan hal mendasar dari negara ini: Bhinneka Tunggal Ika, selain juga pengingat bahwa banyak kasus pelanggaran HAM berat – termasuk Tragedi Mei ’98 – yang belum tuntas hingga kini.

(Arief Adityawan S.)

Catatan tambahan:
Surianto Rustan adalah seorang perancang grafis pendiri Rustan Grafis, selain juga penulis beberapa buku desain grafis, dan pengajar di beberapa perguruan tinggi DKV. Pada hari Jum’at 16 oktober 2009 dia akan meluncurkan sebuah buku terbarunya berjudul “The Power of Logo”.

The Power of Logo

One response to “Poster “Kejebak mct, rusuh dmn2”: Aikon Untuk Bangsa Pelupa

  1. perlu poster-posetr semacam ini untuk terus membuat kita berefleksi. pa kabar mas adit?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s