Mereka yang Hilang, Hadir disini

Setangkai Mawar merah dari Sumarsih untuk Ibu Plaza de Mayo

Setangkai Mawar merah dari Sumarsih untuk Ibu Plaza de Mayo

Aksi Ibu-ibu di Plaza de Mayo, Buenos Aires Argentina (Foto: www.madres.org)

Aksi Ibu-ibu di Plaza de Mayo, Buenos Aires Argentina (Foto: http://www.madres.org)

Pada satu sore di Tahun 1977, di depan Istana kepresidenan Argentina di Buenos Aires sekelompok ibu-ibu dengan kerudung kepala berwarna putih melakukan sebuah aksi damai – yang kemudian akan berlangung terus selama lebih dari tiga puluh tahun. Ibu-ibu Plaza de Mayo itu, demikian nama plaza di depan istana kepresidenan itu, melakukan aksi protes atas hilang dan dibunuhnya anak-anak mereka oleh Junta Militer Argentina saat itu.

Dua buah pin yang digunakan ibu dari Plaza de Mayo

Dua buah pin yang digunakan ibu dari Plaza de Mayo

Kelompok ibu-ibu tersebut kemudian menamakan dirinya Asociacion Madres de Plaza de Mayo. Aksi mereka itu bahkan mengakibatkan salah satu pendirinya diculik dan dibunuh oleh Junta Militer. Namun keteguhan dan cinta akhirnya berhasil menembus benteng militer. banyak kasus yang terungkap melalui pengakuan para jenderal pelaku tindak kejahatan. Ibu-ibu Plaza de Mayo ini kemudian menggunakan logo bergambarl kerudung kepala putih, simbol yang selalu mereka gunakan saat berdiri di Plaza de Mayo.

Dua buah pin: satu pin untuk korban yang dicintai, satu pin untuk Asosiasi Ibu Plaza de Mayo.

Dua buah pin: satu pin untuk korban yang dicintai, satu pin untuk Asosiasi Ibu Plaza de Mayo.

Kemarin, Kamis sore 16 April, di lapangan Monumen Nasional di depan Istana Kepresidenan, Medan Merdeka utara – Jakarta, dua orang ibu dari Argentina itu turut hadir memberi dukungan para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia – yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban (JSKK). Aksi diam Kamisan yang dilakukan JSKK di depan istana Merdeka memang diinspirasi oleh aksi Plaza de Mayo itu. Aksi Kamisan Sore Kemarin adalah aksi Kamis ke 106 yang dilakukan oleh JSKK.

Suciwati mengkritik para Jenderal yang kini berebut kursi Presiden RI

Suciwati mengkritik para Jenderalyang sedang berebut kursi

Suciwati – isteri dari pejuang HAM Munir almarhum – sebagai salah seorang koordinator JSKK berorasi sebagai sebuah refleksi Kamisan. Suciwati menyatakan kemarahan dan kepedihannya ketika para pelanggar HAM di masa Orde Baru kini malah menjadi politisi yang berteriak-teriak tentang demokrasi dan HAM. Hadir di aksi diam Kamisan itu Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan, dan para pendukung lainnya. Fadroel Rahman, yang selama ini sangat aktif memperjuangkan ide Calon Presiden Independen hingga ke Mahkamah Konstitusi, adalah seorang aktivis yang sangat peduli pada perjuangan para korban pelanggaran HAM. Fadjroel menyatakan bahwa aksi Kamisan ini membuat dia tergugah dan merinding ketika dia mendengar seruan para Ibu Plaza de Mayo menyerukan dalam bahasa Spanyol: “sMereka yang hilang, hadir disini!”.

Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan

Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan

Tampak dalam aksi ini JSKK memanfaatkan spanduk, spanduk yang di rancang dengan baik, huruf yang digunakan memiliki legibilitas tinggi. Untuk menambah sarana aksi, digunakan kentongan bambu yang dipukul-pukul agar menarik perhatian pengguna jalan. sementara itu payung hitam sebagai simbol bagi JSKK tampak di tulisi dengan seruan “Usut Tuntas Tragedi Trisakti”, “Usut Kasus Talangsari..”, “Hapus Impunitas” dan lain sebagainya. Sementara dress code berupa baju berwarna hitam, dan T-shirt yang pada umumnya digunakan mengandung

Sakitnya mengingat, susahnya melupakan

Sakitnya mengingat, susahnya melupakan

Payung adalah media komunikasi (1)

Payung adalah media komunikasi (1)

Payung adalah media komunikasi (2)

Payung adalah media komunikasi (2)

pesan sosial, menjadi media kampanye sosial yang sangat kuat. Kesemua media disini bersifat mendukung dan mengkomunikasikan pesan-pesan yang diperjuangkan JSKKK. Namun bagaimanapun harus diakui media utama yang paling kuat dalam aksi ini bukanlah media media desain grafis – namun media performance dari para pendukung aksi Kamisan – yang telah bertahan selama dua tahun lebih ini. Kehadiran para korban di muka istana negara adalah sebuah simbol protes yang paling kuat.

Upaya mereka yang menjadi korban kekerasan, penghilangan paksa, dan pelanggaran HAM, yang kemudian tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI), KontraS, didukung didukung oleh Madres de the Plaza de Mayo, Argentina, AFAD dan Amnesty Internasional kemudian mengeluarkan pernyataan bersama pada tanggal 17 April 2009 kemarin. Isi pernyataan adalah: meminta Komnas HAM memberikan perhatian khusus terhadap lambannya proses penandatanganan Konvensi Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa sebagaimana dijanjikan Pemerintah Indonesia dalam sidang Dewan HAM PBB, Maret 2007 lalu.

Payung adalah media komunikasi (3)

Payung adalah media komunikasi (3)

payung adalah media komunikasi (4)

payung adalah media komunikasi (4)

Payung adalah media komunikasi (5)

Payung adalah media komunikasi (5)

ARSIP DARI MEDIA LAIN YANG TERKAIT DENGAN TULISAN DI ATAS

Majalah Tempo Edisi 20-26 April 2009 (hlm 35).

Majalah Tempo Edisi 20-26 April 2009 (hlm 35).

Mesra di Atas Luka (oleh Budi Riza, Akbar Tri Kurniawan, Agung Sedayu)
Tulisan di bawah dikutip dari majalah Tempo edisi 20-26 April 2009
……
Dua belas tahun lalu, Yani hilang. Diduga ia menjadi bagian dari aktivis prodemokrasi yang diculik militer Orde Baru. Walujo Djati, korban penculikan oleh Tim Mawar Komando Pasukan Khusus, meyakini Yani bagian dari korban. ”Saya menempati sel yang sebelumnya dihuni Yani,” katanya kepada Tempo. Ia mengetahui itu dari Pius Lustrilanang—kini pengurus pusat Gerindra— yang mendiami sel di samping kirinya. Pius tahu, ”Karena, sebelum saya masuk, Pius sudah masuk duluan.” Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Tempo, Pius mengakuinya.

Dari 22 orang korban penculikan, hanya sembilan yang hidup. Anggota Tim Mawar telah dihukum. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal Prabowo Subianto, telah pula diberhentikan dari dinas militer. Baik Prabowo maupun anggota Tim Mawar menyatakan hanya menculik sembilan aktivis yang kini selamat.

……..

Beragam langkah telah ditempuh Mami untuk meminta kejelasan tentang nasib anaknya. Bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia, ia mendesak pemerintah mengungkap penculikan itu. Namun, saat Megawati menjadi presiden, Mami merasa tidak mendapat bantuan apa pun, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Untuk menyampaikan unek-unek ke Presiden Megawati, ia bersama keluarga korban penculikan tak diizinkan masuk Istana. ”Semua cuma omong besar,” katanya.

……..

Ketika televisi menayangkan Megawati bersalaman akrab dengan Prabowo Subianto, Mami kian bingung. Mega dari PDI Perjuangan dan Prabowo dari Partai Gerindra sepekan terakhir memang tengah mengusahakan membangun koalisi menghadapi pemilu presiden. Dalam pertemuan di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta itu, tampak pula mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Purnawirawan Wiranto, yang kini memimpin Partai Hanura.

7 responses to “Mereka yang Hilang, Hadir disini

  1. Pingback: Sakitnya mengingat, susahnya melupakan.. at aikon: the second episode

  2. minta ijin untuk menggunakan salah satu foto dan me-link halaman ini, ya..
    thx

  3. saya kira blognya semua tentang grafis

  4. U2 dan Sting mendedikasikan satu karyanya untuk ibu-ibu plaza de mayo saya pikir juga semua ibu anak-anak yang dihilngkan.

    silah kunjung untuk link you tube konser kedua musisi dunia ini di argentina

    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2009/05/ibu-ibu-plaza-de-mayo-ibu-anak-anak.html

    lirik dari U2 – Mothers of the Disappeared – Live Popmart Santiago 1998

    Midnight, our sons and daughters
    Were cut down and taken from us
    Hear their heartbeat
    We hear their heartbeat

    In the wind, we hear their laughter
    In the rain, we see their tears
    Hear their heartbeat
    We hear their heartbeat

    Ooooh…

    Night hangs like a prisoner
    Stretched over black and blue
    Hear their heartbeat
    We hear their heartbeat

    In the trees, our sons stand naked
    Through the walls, our daughters cry
    See their tears in the rainfall.

    Sting w/ Peter Gabriel – They dance alone – Argentina ´88

    Why are there women here dancing on their own?
    Why is there this sadness in their eyes?
    Why are the soldiers here
    Their faces fixed like stone?
    I can’t see what it is that they dispise
    They’re dancing with the missing
    They’re dancing with the dead
    They dance with the invisible ones
    Their anguish is unsaid
    They’re dancing with their fathers
    They’re dancing with their sons
    They’re dancing with their husbands
    They dance alone They dance alone

    It’s the only form of protest they’re allowed
    I’ve seen their silent faces scream so loud
    If they were to speak these words they’d go missing too
    Another woman on a torture table what else can they do
    They’re dancing with the missing
    They’re dancing with the dead
    They dance with the invisible ones
    Their anguish is unsaid
    They’re dancing with their fathers
    They’re dancing with their sons
    They’re dancing with their husbands
    They dance alone They dance alone

    One day we’ll dance on their graves
    One day we’ll sing our freedom
    One day we’ll laugh in our joy
    And we’ll dance
    One day we’ll dance on their graves
    One day we’ll sing our freedom
    One day we’ll laugh in our joy
    And we’ll dance

    Ellas danzan con los desaparecidos
    Ellas danzan con los muertos
    Ellas danzan con amores invisibles
    Ellas danzan con silenciosa angustia
    Danzan con sus pardres
    Danzan con sus hijos
    Danzan con sus esposos
    Ellas danzan solas
    Danzan solas

    Hey Mr. Pinochet
    You’ve sown a bitter crop
    It’s foreign money that supports you
    One day the money’s going to stop
    No wages for your torturers
    No budget for your guns
    Can you think of your own mother
    Dancin’ with her invisible son
    They’re dancing with the missing
    They’re dancing with the dead
    They dance with the invisible ones
    They’re anguish is unsaid
    They’re dancing with their fathers
    They’re dancing with their sons
    They’re dancing with their husbands
    They dance alone They dance alone

  5. thx andreas untuk info menariknya..
    seandainya, pencipta lagu/ penyanyi indonesia dapat melakukan hal yang sama..

    Adit sempat melontarkan ide itu pada elsam, dan komnas perempuan, untuk mengajak beberapa penyanyi untuk membuat lagu bagi tragedi2 HAM. Sayang belum ada penyanyi yang bertanggapan.

  6. grafisosial

    Trims bung Andreas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s