Mega Di bawah Bayangan Sang Ayah

spanduk-mega

Bila kita berjalan melalui depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat, akan kita lihat terpasang sebuah spanduk (lebih tepat disebut baliho) dari partai PDI-P. Ada dua pertanyaan yang dapat dimunculkan: Pertama, tepatkah sekretariat atau bagian rumah tangga DPR mengijinkan (ataumembiarkan?) PDI-P memasang media propaganda di pagar DPR yang harusnya netral? Seharusnyalah pagar DPR menjadi kawasan netral. Kedua, Mengapa seorang pemimpin partai selalu memanfaatkan figur ayahnya sebagai strategi komunikasi? Bayangkan bila seorang Megawati melepaskan diri dari citra Soekarno, apakah yang akan “dijual” untuk menarik hati rakyat  konstituen? Tampaknya tim komunikasi PDI-P perlu bekerja lebih kreatif dan lebih keras. Mengapa? karena jauh lebih mudah “menjual” pemimpin muda yang belum berpengalaman namun cerdas, dibandingkan “menjual” tokoh yang sudah pernah mendapat kesempatan menjadi Presiden tanpa prestasi yang mengagumkan.

Foto: Arief Adityawan S.

3 responses to “Mega Di bawah Bayangan Sang Ayah

  1. Aduh, Bu Mega.. Dari dulu bisanya jualan ‘figur Bapak’ melulu.. Sayangnya ya memang masih ‘dibeli’ euy.. Masih banyak rakyat yang hanyut dengan harapan-harapan ‘siapa tau memang sebaik mendiang sang Bapak’.

    Soal pagar DPR yang harusnya ‘bersih’, apa bagian R/T DPR itu mengerti soal begitu? Secara isi gedung itu melulu preman-preman partai, mana mengerti mereka hal-hal begitu? Selama ada uang yang masuk kantung, apa sih yang tidak bisa?

  2. Sumber KEkuasaan yangmenipu rakyat…
    Seperti kontes nyannyi….
    dalam kontes nyanyi yang diadu suaranya…
    seperti lomba lari….
    dalam lomba lari yang menang yang paling cepat…
    seperti persaingan jualan krupuk….
    Yang ditawarkan yaitu krupuk yang paling enak dan sesuai kebutuhan pasar dan memecahkan masalah masyarakat…

    Dalam persaingan presiden harusnya yang dijual kemampuan diri memimpin dan memecahkan masalah rakyat…
    bukan jualan figur bapak…

    Anak kecil aja tau, klo mau menang lomba nyanyi, nyanyinya harus bagus, bukannya pamer klo bapaknya penyani ngetop…

    Masak kalah ma anak kecil yang ikut lomba nyanyi… hehehe….!

  3. aduuwh,,ini penyakit emank blom ilang yah..
    harusnya jangan poto dan kutipan, tapi pembuktian didikan sang ayah..

    Bisa2 abis smwa aset BUMN negara klo dibawah pimpinan Megawati..huff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s