Dolorosa Sinaga dan Korban Lumpur Lapindo

photo004

Foto: Paul Kadarisman

Dolorosa Sinaga adalah pematung yang memiliki kepedulian sosial sangat tinggi. Karya-karya patungnya sangat ekspresif, mengingatkan  kita pada goresan kepedihan seniman Edward Munch, atau pegrafis Jerman dari periode perang dunia pertama, Kaethe Kolwitz. Goresan dan pahatan Dolorosa menggambarkan kepedihan, kekuatan , dan ketegaran. Namun dalam beberapa patung tampil pula ekspresi cinta dan kelembutan.

photo0052

Melalui berbagai pahatan patungnya dia memberitakan dan menyuarakan perjuangan dan keberanian seorang Widji Thukul (2002), atau Dalai Lama . Dolo juga merayakan keberanian perempuan yang berjuang mempertahankan haknya yang direnggut kaum lelaki. Pelanggaran HAM yang terjadi dalam bencana semburan lumpur Lapindo pun tak luput mengusik hati Dolorosa, sehingga dia membuatkan patung yang menyuarakan penderitaan para korban. Hasilnya Patung berjudul “Monumen Lapindo Brantas” (2006), dan terakhir, “Semburan Lumpur itu tidak akan Berhenti” (2008).

Foto (karya Paul Kadarisman) diambil dari katalog pameran “Have you seen a sculpture from the body” – Dolorosa Sinaga Sculpture Exhibition. Galeri Nasional Indonesia 15 Oktober – 1 November 2008.

One response to “Dolorosa Sinaga dan Korban Lumpur Lapindo

  1. tag_soal_xi_ganjilmale 1.hasbi aulia 2. M.said 3. M.junaidi 4.m.apriyanda 5.yoan dwi putra 6.pajri arianto

    tugas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s