Opini Sukardi Rinakit


“Embel-embel”, Sukardi Rinakit, Kompas, Selasa 27 Mei 2008.

Hormat saya kepada Bung Karno yang dengan takzim dan sepenuh hati mengatakan “Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa bagi bangsa. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk belumlah pekerjaan selesai”.

 

Hormat saya kepada Bung Hatta yagn dengan hati nurani dan keteguhannya mengingatkan, “Lebih suka melihat Indonesia tenggelam ke dasar lautan daripada melihatnya sebagai embel-embel abadi daripada suatu negara asing.”

 

Saya tidak bisa hormat kepada seorang pemimpin yang mengatakan bahwa para penerima bantuan langsung tunai (BLT) supaya mendemo para demonstran yang tidak setuju kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

 

Penulis juga tidak bisa hormat kepada seorang pemimpin yang mencari cara mudah, langsung menaikkan harga BBM sebelum mati-matian mencari alternatif jalan keluar yang mungkin.

 

Bagi mereka itu sebutan sebagai pemimpin tak lebih dari sekedar embel-embel. Tak ada karakter negarawan. Sulit memasukkan mereka dalam deretan tokoh republik yang patut di hormati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s