Propaganda untuk Aksi Damai

kamis-58-2.jpg   

 

Kamis besok 3 April 2008, adalah hari Kamis ke-59 bagi Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban (JSKK) menjalani aksi diam dan damai kamisan di muka Istana Negara. Mereka masih tetap teguh dan konsisten menuntut pengusutan tuntas terhadap berbagai kasus pelanggaran HAM yang pernah mereka, atau sanak saudara mereka alami.Memang pernyataan Presiden SBY beberapa waktu lalu yang mempersilakan Komnas HAM memeriksa para purnawirawan TNI, adalah sebuah angin segar bagi upaya penegakkan HAM di negeri ini.  Namun tentu saja pernyataan itu harus dibuktikan, apakah sekedar retorika politik pra-Pemilu 2009 ataukah betul menunjukkan tekad pemerintahan SBY untuk menegakkan HAM sesuai amanat wakil rakyat pasca-reformasi. Aksi diam dan damai Kamisan ini adalah unik. Selain karena konsistensi mereka, juga karena hal ini dilakukan di depan istana negara. Seperti kita ketahui pada masa Soeharto wilayah Istana adalah wilayah steril ‘ring I’ yang tidak boleh dicemari demonstrasi apapun. Kini aksi damai melawan Impunitas dapat dan telah berjalan selama lebih dari satu tahun.

 

 kamis-58-4.jpg

 

Aksi damai ini sesunguhnya merupakan sebuah aksi simbolik, yang memiliki daya penetrasi cukup besar. Sebagai sebuah kampanye penegakkan HAM acara Kamisan dapat dikatakan sebagai sebuah media propaganda yang ampuh dan harus tetap digelar. Medium yang digunakan dalam aksi ini sangat beragam: mulai dari tubuh dan aksi performance (pembacaan puisi, dan lain-lain), kostum (pakaian hitam) serta desain t-shirt yang dikenakan oleh peserta aksi, payung bertuliskan pesan-pesan, spanduk, hingga selebaran. Media-media ini diperkuat dampaknya melalui penggandaan dan perluasan melalui media massa. Liputan pers menjadi sarana untuk melipatgandakan kekuatan persuasi tiap-tiap media yang digunakan.  

 

 kamis-58-5.jpg

Tantangan bagi kegiatan aksi yang bersifat jangka panjang seperti ini adalah pada nilai berita. Banyak media massa tidak lagi menayangkan berita aksi damai Kamisan ini karena “tidak ada nilai kebaruan”. Menurut kawan-kawan wartawan aksi damai ini membutuhkan media aksi/komunikasi yang lebih menarik perhatian, kreatif, dan baru. Tanpa syarat itu redaksi mereka akan menolak foto atau berita liputan aksi damai tersebut. Aksi performance art, atau lebih spesifik lagi happening art, kini sering terlihat dalam berbagai demonstrasi. Namun seringkali kecenderungan aksi seperti ini menjadi terlalu vulgar, sehingga tidak menarik simpati publik – dan pimpinan redaksi. Tantangan bagi para penyelenggara aksi damai ini adalah bagaimana menciptakan media ‘propaganda’ yang tepat untuk ditampilkan secara cerdas di muka istana sehingga dapat menarik perhatian sekaligus simpati publik. Tantangan menarik dan tidak mudah. Namun dengan dukungan publik yang bersimpati diharapkan aksi damai Kamisan ini akan terus berlangsung semakin besar hingga terkabulnya harapan JSKK, yang juga adalah harapan kita semua sebagai bangsa yang beradab dan Pancasilais. (a.a.s) 

CATATAN: MENGAJAK ANDA YANG BERSIMPATI DAN SETUJU, UNTUK BERSAMA MELAKUKAN AKSI DAMAI DAN DIAM KAMISAN DENGAN PAKAIAN HITAM DI MUKA ISTANA NEGARA TIAP KAMIS PK.16.00 – 17.00

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s