Aksi damai “Kamisan” ke-58 dilarang.

“Kami mohon maaf” demikian suara lembut seorang ibu dari ujung telepon. Ibu Sumarsih, adalah ibunda dari Wawan atau B. Realino Wirawan, mahasiswa Atmajaya yang tewas ditembak aparat keamanan negeri ini pada peristiwa Semanggi I. Ibu berambut putih ini meminta maaf atas dibatalkannya aksi damai “Kamisan”,  yang hari ini seharusnya memasuki Kamis ke-58 (baca liputan “57 Kamis” – Jurnal Grafisosial edisi 19 Maret 2008). Menurut beliau acara ini dilarang oleh aparat Polda mengingat Kamis ini adalah hari libur Maulid Nabi/hari besar agama Islam.

Seharusnya untuk menghormati hari besar agama-agama – misalnya hari lahir Nabi Muhammad ini –  aparat keamanan memberi izin seluas mungkin bagi aksi-aksi damai untuk menegakkan HAM. Karena nabi-nabi dari setiap agama apapun pastinya adalah manusia pejuang penegak keadilan dan HAM. Fadjroel Rachman – seorang aktivis HAM, ketika mengetahui pelarangan ini,  mengatakan “Wah rupanya ada masalah baru di republik ini. Impunitas dan pelarangan”.

Negeri Impunitas dan pelarangan ini memang negeri yang aneh. Betapa tidak, beberapa waktu yang lalu Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan bahwa para purnawirawan TNI tidak perlu memenuhi panggilan Komnas HAM. Sudarsono sebagai seorang sipil dan intelektual, tadinya diharapkan masyarakat dapat membawa angin segar demokrasi kedalam tubu lembaga-lembaga hankam di negeri ini. Namun harapan tersebut tampaknya berlebihan. Usman Hamid (KontraS) dan Rusdi Marpaung (Imparsial) menyatakan bahwa Menhan berbicara diluar wewenangnya (Kompas, Rabu 19 Maret 2008). Negeri yang aneh. (AAS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s