57 Kamis

kamis-7.jpg  kamis-6.jpg  

Sebagian orang menganggap upaya pengungkapan pelanggaran HAM di masa lalu, sebagai upaya tak masuk akal. Karena kebutuhan riil bangsa Indonesia hari ini adalah lapangan kerja, kebutuhan pokok yang murah, serta pengobatan untuk semua.

 

Namun cobalah lihat dari perspektif yang berbeda. Keluarga para korban pelanggaran HAM butuh jawab atas pertanyaan-pertanyaan yang menggangu malam-malam sepi mereka: mengapa dan oleh siapa, orang-orang yang mereka cintai terbunuh? Dimana jasad dari anak, suami atau isteri, ayah atau ibu mereka dikuburkan? Atas nama kepentingan apa mereka dibunuh? Untuk menuntut jawab, keluarga para korban pelanggaran HAM di negeri ini tiap Kamis jam 4 hingga jam 5 sore berpakain hitam, melakukan aksi damai berdiri diam di muka Istana Negara. Pada hari Kamis 13 Maret 2008 yang lalu, mereka – baik yang muda maupun ibu dan bapak yang telah tua berambut putih –  telah menjalani 57 Kamis bersama di bawah panas terik dan hujan.

 

kamis-2.jpg   kamis-8.jpg

Aksi protes damai berdiri diam pernah dilakukan oleh para korban pelanggaran HAM di Amerika Latin. Bahkan juga sudah dilakukan di jaman kerajaan Jawa di masa lalu, ketika rakyat duduk bersimpuh dimuka Istana sebagai bentuk protes atas ketidakadilan yang menimpa mereka. Diperlakukan secara adil adalah sesuatu yang asasi – tak harus dikaitkan dengan pemenuhan sandang, pangan, papan. Selain  kebutuhan-kebutuhan fisik, kita juga perlu memiliki tolok ukur bagi nilai nilai kemanusiaan yang asasi. Tanpa itu kita hanya akan menjadi makhluk daging belaka, sebagaimana binatang hidup untuk mencari makan dan beranak-pinak (A.A.S.)

 

Foto-foto oleh Kurnia Setiawan.

 kamis-3.jpg

Catatan: Bila setuju dengan pengungkapan pelanggaran HAM, anda dapat luangkan waktu untuk bersama-sama berdiri diam selama satu jam saja (Pk. 16.00 – 17.00) setiap Kamis, dengan mengenakan baju/t-shirt hitam. Lokasi:seberang Istana Negara – jalan Medan Merdeka Utara (Parkir mobil di pintu masuk silang Monas –  tepat belokan jalan Merdeka Utara ke arah jalan Merdeka Barat). 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s