<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>jurnal grafisosial</title>
	<atom:link href="http://grafisosial.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://grafisosial.wordpress.com</link>
	<description>graphic design for social change</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 09:45:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='grafisosial.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/19c01bfc9f0582a71c0e9b2ceb6e8dec?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>jurnal grafisosial</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://grafisosial.wordpress.com/osd.xml" title="jurnal grafisosial" />
		<item>
		<title>The Erased Time &#8211; Pameran FX Harsono</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 14:52:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Beny G. Setiono]]></category>
		<category><![CDATA[FX Harsono]]></category>
		<category><![CDATA[Galeri Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=994</guid>
		<description><![CDATA[“Begitu menjelang magrib pukul enam, banyak sekali anak-anak dari kampung agak jauh, mereka pergi ke mesjid lewat kampung sini. Kalau kami masih duduk-duduk di situ, selalu dikata-katain, &#8216;Cina, Cina, Cina&#8230;. ayo pulang&#8230;.&#8217; Kadang-kadang dilempar batu kecil. Sehingga kami selalu merasa bahwa pukul enam sore itu sudah harus masuk rumah&#8230;” (lihat kata pengantar Hendro Wiyanto, dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=994&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_1008" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxh1-2/" rel="attachment wp-att-1008"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh11.jpg?w=500&#038;h=355" alt="FXH1" title="FXH1" width="500" height="355" class="size-full wp-image-1008" /></a><p class="wp-caption-text">FX Harsono berpameran di Galeri Nasional hingga 14 November 2009</p></div>
<p>“Begitu menjelang magrib pukul enam, banyak sekali anak-anak dari kampung agak jauh, mereka pergi ke mesjid lewat kampung sini. Kalau kami masih duduk-duduk di situ, selalu dikata-katain, &#8216;Cina, Cina, Cina&#8230;. ayo pulang&#8230;.&#8217; Kadang-kadang dilempar batu kecil. Sehingga kami selalu merasa bahwa pukul enam sore itu sudah harus masuk rumah&#8230;” (lihat kata pengantar Hendro Wiyanto, dalam The Erased Time, hal 8).</p>
<p>Di keluarganya, anak yang sering diledek dan ditimpuki itu biasa dipanggil “Ong” &#8211; lengkapnya Oh Hong Boen, anak dari Oh Hok Tjoe. Karena peraturan pemerintah Republik ini, keduanya dipaksa ganti nama yang “lebih pribumi” – sang ayah jadi Hendro Subagyo, dan si anak jadi FX Harsono. Si Ayah juru foto di Blitar, memiliki sebuah studio foto “Atom” sekitar tahun 50an hingga 60an. Harsono kecil ingat ayahnya punya satu album foto berisi foto-foto dokumentasi penggalian kembali tulang belulang sebuah kuburan massal. Harsono kecil tak </p>
<div id="attachment_1018" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxkurnia-3/" rel="attachment wp-att-1018"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia4.jpg?w=500&#038;h=332" alt="FXKurnia" title="FXKurnia" width="500" height="332" class="size-full wp-image-1018" /></a><p class="wp-caption-text">Penelitian sebelum berkarya (Foto: Kurnia Setiawan)</p></div>
<p>pernah diberi tahu apa konteks foto-foto dokumentasi tersebut. Saat besar Harsono baru tahu, tulang belulang dalam album foto itu terkait dengan pembunuhan massal  sekitar tahun 47-48. Saat itu terjadi politik bumi-hangus oleh pihak Republik, menghadapi agresi militer Belanda. Harsono membaca dalam buku Benny G. Setiono (2008), bahwa politik bumi hangus pihak Republik berakibat terjadinya penjarahan, pembunuhan, dan pemerkosaan terhadap orang Tionghoa di sekitar Jawa Timur. (Wiyanto, hal. 12).</p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxh2-2/" rel="attachment wp-att-1005"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh21.jpg?w=451&#038;h=447" alt="FXH2" title="FXH2" width="451" height="447" class="aligncenter size-full wp-image-1005" /></a><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxh2a-2/" rel="attachment wp-att-1006"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh2a1.jpg?w=453&#038;h=448" alt="FXH2a" title="FXH2a" width="453" height="448" class="aligncenter size-full wp-image-1006" /></a></p>
<p>Setengah abad kemudian Harsono menelusuri kembali tempat tempat tulang-belulang dalam album foto ayahnya itu digali. Harsono meneliti, mewawancara dan merekam lokasi dan saksi mata, maupun korban yang selamat dari peristiwa pembantaian massal terhadap orang Tionghoa tahun 47-48 tersebut.  Terdapat 191 nama yang jadi korban pembantaian massal, yang tulang tengkoraknya dimakamkan kembali di sebuah daerah di Blitar.</p>
<p>Pameran The Erased Time ini berlangsung di Galeri Nasional, jalan Medan Merdeka Timur no.14 Jakarta hingga tanggal 14 November 2009. Sebagian dari karya-karyanya ini kemungkinan akan dipamerkan di Singapura. Harsono dalam pameran ini memanfaatkan secara optimal foto-foto karya ayahnya dalam berbagai bentuk. Mulai dari lukisan (cat akrilik dan cat minyak di atas kanvas), neon box, instalasi, maupun seni video, dan video dokumenter.</p>
<div id="attachment_999" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxh3/" rel="attachment wp-att-999"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh3.jpg?w=500&#038;h=294" alt="FXH3" title="FXH3" width="500" height="294" class="size-full wp-image-999" /></a><p class="wp-caption-text">Memelihara Hidup, Menghentikan Hidup # 2 (Foto Katalog Pameran)</p></div>
<p>Dua karya di atas kanvas (200Cm X 350Cm – dua panel) menampilkan foto tua pernikahan ayah-ibu Harsono, disandingkan dengan foto penggalian tulang-belulang. Keduanya berjudul “Memelihara Hidup, Menghentikan Hidup #1” dan “Memelihara Hidup, Menghentikan Hidup #2”. Ditengah tengahnya ditulis dengan huruf merah: “Perkawinan meneruskan kehidupan/ kematian menghentikannya/ perkawinan bisa direncanakan/ tapi kematian tak seorangpun bisa menduga/ Blitar 1948”. Pada kanvas lain tertulis: “Perkawinan dibina dan membuahkan kehidupan dan terus berkembang/ Manusia tak seharusnya menghentikan kehidupannya sendiri atau orang lain/ Blitar, 1951”</p>
<div id="attachment_1014" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxkurnia2/" rel="attachment wp-att-1014"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia2.jpg?w=500&#038;h=321" alt="FXKurnia2" title="FXKurnia2" width="500" height="321" class="size-full wp-image-1014" /></a><p class="wp-caption-text">Darkroom (foto: Kurnia Setiawan)</p></div><br />
<div id="attachment_1015" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/fxkurnia3/" rel="attachment wp-att-1015"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia3.jpg?w=500&#038;h=332" alt="FXKurnia3" title="FXKurnia3" width="500" height="332" class="size-full wp-image-1015" /></a><p class="wp-caption-text">Darkroom (foto: Kurnia Setiawan)</p></div>
<p>Lukisan ini secara kreatif mengaitkan dua gambar dengan konteks berbeda menjadi sebuah kontradiksi yang dipertajam dengan kekuatan verbal. Hasilnya mengingatkan kita bahwa Harsono memang akrab dengan dunia grafis dan periklanan, sebuah karya seni rupa yang menggugah dan sangat komunikatif. Nampaknya tak ada hal baru secara visual yang diciptakan oleh Harsono, seakan karya karya yang diciptakan Harsono hanya bersifat “ilustratif” belaka – meminjam pendapat seorang kawan. Namun sesungguhnya penggabungan dua tanda tersebut – foto pernikahan dan foto pembongkaran makam &#8211; mampu memberi konteks baru – yang dipertajam dan ditekankan pada teks verbal yang digunakannya. Kuatnya teks teks visual yang dirangkai oleh Harsono dalam pameran ini tampaknya merupakan buah dari penelitian Harsono yang cukup mendalam mengenai kasus pembunuhan massal ini. Terlebih kedekatan Harsono dengan data data foto karya ayahnya itu.</p>
<p>Lebih lanjut, secara keseluruhan pameran ini cukup berhasil mengangkat dan menggugah perhatian dan ingatan orang akan adanya sepenggal waktu yang dihapus &#8211; atau setidaknya sengaja tidak diungkapkan kembali. Sepenggal waktu berisi kekerasan rasis yang mencoreng perjuangan kemerdekaan negeri ini.</p>
<p>Teks: Arief Adityawan S.<br />
Foto: FX Harsono (katalog), Kurnia Setiawan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/994/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/994/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/994/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=994&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/08/the-erased-time-pameran-fx-harsono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXH1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXKurnia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXH2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh2a1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXH2a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxh3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXH3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXKurnia2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/fxkurnia3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FXKurnia3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Metafor: Cicak dan Buaya</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 18:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Bibi Samad Rianto]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra M. Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[Cicak dan Buaya]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemberantasan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Media unjuk rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Metafora]]></category>
		<category><![CDATA[metafora visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[
Akhirnya Selasa menjelang tengah malam, dua pimpinan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah mendapat penangguhan penahanannya.  Hal ini merupakan sebuah angin segar  bagi upaya masyarakat sipil dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi di negeri ini.  Penangguhan penahanan ini tidak bisa dilepaskan dari aksi unjuk rasa pada Senin 2 November [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=946&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/cicak022-2/" rel="attachment wp-att-982"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak0221.jpg?w=500&#038;h=532" alt="Cicak022" title="Cicak022" width="500" height="532" class="aligncenter size-full wp-image-982" /></a></p>
<p>Akhirnya Selasa menjelang tengah malam, dua pimpinan Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah mendapat penangguhan penahanannya.  Hal ini merupakan sebuah angin segar  bagi upaya masyarakat sipil dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi di negeri ini.  Penangguhan penahanan ini tidak bisa dilepaskan dari aksi unjuk rasa pada Senin 2 November 2009 di Bundaran Tugu Selamat Datang  Jakarta hingga ke depan Istana Negara. Warga masyarakat turun ke jalan dibawah terik matahari menuntut pembebasan Bibit  dan Chandra. Hal ini disebabkan sikap arogansi lembaga kepolisian yang dianggap publik bersikap tidak adil karena memiliki conflict of interest.</p>
<div id="attachment_949" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/cicak9a/" rel="attachment wp-att-949"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak9a.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Cicak9a" title="Cicak9a" width="500" height="375" class="size-full wp-image-949" /></a><p class="wp-caption-text">Spanduk unjuk rasa yang menggunakan metafor Cicak-Buaya</p></div>
<div id="attachment_947" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/cicak1/" rel="attachment wp-att-947"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Cicak1" title="Cicak1" width="500" height="375" class="size-full wp-image-947" /></a><p class="wp-caption-text">Media unjuk rasa menggunakan teknik manual namun efektif</p></div>
<p>Warga pengunjuk rasa terdiri dari berbagai kalangan, sebagian besar adalah mahasiswa dan aktivis   HAM dan anti-korupsi, sebagian lagi pekerja kantor, dan lain sebagainya. Mereka mengenakan ikat kepala bertuliskan slogan dengan semangat melawan korupsi. Sebagian mengenakan t-shirt bertuliskan “Menuntut Keadilan”. Sebagian lagi membawa kertas karton yang dengan tulisan tangan mengekspresikan kegeraman melawan buaya korup. </p>
<p>Istilah cicak dan buaya pertama kali diangkat oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Susno Duadji. Ungkapan ini tercetus olehnya sebagai bentuk kegusaran Susno setelah mengetahui bahwa KPK menyadap pembicaraan telpon dirinya. Setelah pernyataan itu muncul di media massa, maka para aktivis anti-korupsi memanfaatkan istilah cicak menjadi sebuah kependekan dari “Cinta Indonesia Cinta KPK”. Para aktivis itu memanfaatkan posisi sebagai pihak lemah yang tertindas oleh kekuatan besar yang arogan dan otoriter. Secara visual pun simbol  cicak dan buaya sangat mudah untuk menggugah dan menumbuhkan empati untuk mendukung sosok yang &#8216;dilemahkan&#8217; dan tertekan. Logo gerakan Cicak pun dibuat dengan sederhana namun ternyata cukup ampuh untuk mewakili semangat solidaritas mendukung KPK.</p>
<div id="attachment_975" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/cicak9/" rel="attachment wp-att-975"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak9.jpg?w=500&#038;h=354" alt="Cicak9" title="Cicak9" width="500" height="354" class="size-full wp-image-975" /></a><p class="wp-caption-text">Desain yang kuat dan komunikatif pada t-shirt dan spanduk</p></div>
<p>Istilah yang digunakan Susno menempatkan lembaga kepolisian sebagai sebuah lembaga besar dan kuat, yang diwakilkan dengan sosok buaya. Sementara untuk perumpamaan KPK, yang dianggap lembaga kecil dan lemah, digunakanlah sosok cicak.  Dalam ilmu bahasa istilah Cicak dan Buaya adalah sebuah metafora. Kata &#8220;metafora&#8221; berasal dari bahasa Yunani yang artinya &#8220;mentranfer&#8221; atau &#8220;membawa dari satu tempat ke tempat lain&#8221;. Metafora adalah sebuah upaya imajinatif untuk menciptakan hubungan antara dua hal yang berbeda, namun memiliki sebuah kesamaan. Secara fisik-anatomis, 	cicak dan buaya memang memiliki kesamaan, sebagaimana lembaga kepolisian dan KPK, keduanya adalah lembaga penegak hukum. </p>
<div id="attachment_972" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/cicak8/" rel="attachment wp-att-972"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak8.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Cicak8" title="Cicak8" width="500" height="375" class="size-full wp-image-972" /></a><p class="wp-caption-text">dua spanduk dijital yang dirancang dengan baik</p></div>
<p>Menggunakan cicak dan buaya sebagai metafora pembeda  kekuatan memang sangat tepat. Namun Susno tampaknya tidak mampu memahami konten moral dari perumpamaan buaya, sebagai binatang buas yang mematikan, selain pemalas, pemakan segala, memangsa dengan cara mengendap-endap. Lebih jauh Susno tampaknya lupa dengan istilah buaya yang sering dipadankan dengan kata “darat” pada idiom “Buaya darat”. Menggunakan pendekatan Barthes, selain makna mitos di atas, sosok buaya sebagai sebuah penanda, memiliki makna ideologis yang negatif, sebagai sebuah sifat manipulatif. Atau jangan-jangan penggunaan metafor buaya, merupakan refleksi bawah-sadar dirinya yang merasa bahwa kepolisian memang memiliki kemiripan dengan sifat-sifat buaya? Tentu hanya Susno Duadji lah – sebagai pencipta, yang tahu.<br />
<em><br />
Teks dan Foto: Arief Adityawan S.</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/946/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/946/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/946/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=946&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/11/03/sebuah-metafor-cicak-dan-buaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak0221.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak022</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak9a.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak9a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/11/cicak8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak8</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lintasan Saujana Jiwa: Keberpihakan pada penderitaan</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Oct 2009 19:27:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Lintasan Saujana Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar Motuloh]]></category>
		<category><![CDATA[Salihara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=912</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah judul yang unik dan puitis untuk sebuah pameran foto jurnalistik. Menurut sang fotografer, Oscar Motuloh,  ”Panorama, saujana, dalam hal ini, sesungguhnya adalah petualangan mata dari segala sudut subyektivitasnya. Nan menelisik setiap perlambang alam sekaligus menjadi pertanda dan metafora bagi peradaban kita&#8230;.Saujana nestapa, kemudian, menjadi visi yang lebih dari sekadar penglihatan. Dia menghubungkan noktah-noktah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=912&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_913" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/kaki-langit-bumi-yang-miring_lampase_aceh/" rel="attachment wp-att-913"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/kaki-langit-bumi-yang-miring_lampase_aceh.jpg?w=500&#038;h=749" alt="KAKI LANGIT BUMI YANG MIRING_Lampase - Aceh (Oscar Motuloh)" title="KAKI LANGIT BUMI YANG MIRING_Lampase_Aceh" width="500" height="749" class="size-full wp-image-913" /></a><p class="wp-caption-text">KAKI LANGIT BUMI YANG MIRING_Lampase - Aceh (Oscar Motuloh)</p></div>
<p>Sebuah judul yang unik dan puitis untuk sebuah pameran foto jurnalistik. Menurut sang fotografer, Oscar Motuloh,  ”Panorama, saujana, dalam hal ini, sesungguhnya adalah petualangan mata dari segala sudut subyektivitasnya. Nan menelisik setiap perlambang alam sekaligus menjadi pertanda dan metafora bagi peradaban kita&#8230;.Saujana nestapa, kemudian, menjadi visi yang lebih dari sekadar penglihatan. Dia menghubungkan noktah-noktah lintang dan bujur di peta bumi. ”</p>
<div id="attachment_914" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/atlantis-van-java-2/" rel="attachment wp-att-914"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/atlantis-van-java-2.jpg?w=500&#038;h=333" alt="Atlantis Van Java #2 (Oscar Motuloh)" title="ATLANTIS VAN JAVA #2" width="500" height="333" class="size-full wp-image-914" /></a><p class="wp-caption-text">Atlantis Van Java #2 (Oscar Motuloh)</p></div>
<div id="attachment_915" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/atlantis-van-java-4/" rel="attachment wp-att-915"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/atlantis-van-java-4.jpg?w=500&#038;h=333" alt="Atlantis Van Java #4 (Oscar Motuloh)" title="ATLANTIS VAN JAVA #4" width="500" height="333" class="size-full wp-image-915" /></a><p class="wp-caption-text">Atlantis Van Java #4 (Oscar Motuloh)</p></div>
<p>Pameran diadakan di Galeri Salihara – Pasar Minggu pada 2-9 Oktober yang lalu. Salihara adalah kompleks bangunan yang mempunyai desain khas, berseni dan menampilkan kejujuran material. Ruang pameran foto berbentuk bundar tanpa dekorasi, sunyi dan sepi dengan jejeran foto hitam putih di sekeliling dinding. Aura mistis dan reflektif masuk melalui foto – foto bencana di Indonesia hasil bidikan jeli Oscar Motuloh, didukung oleh<em> setting </em>ruang pameran. </p>
<div id="attachment_931" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/soulscape1web-2/" rel="attachment wp-att-931"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/soulscape1web1.jpg?w=500&#038;h=331" alt="Ruang Galeri Salihara (Foto oleh Kurnia Setiawan)" title="soulscape1web" width="500" height="331" class="size-full wp-image-931" /></a><p class="wp-caption-text">Ruang Galeri Salihara (Foto oleh Kurnia Setiawan)</p></div>
<div id="attachment_926" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/soulscape7/" rel="attachment wp-att-926"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/soulscape7.jpg?w=500&#038;h=331" alt="Penyusunan foto yang apik (Foto oleh Kurnia Setiawan)" title="soulscape7" width="500" height="331" class="size-full wp-image-926" /></a><p class="wp-caption-text">Penyusunan foto yang apik (Foto oleh Kurnia Setiawan)</p></div>
<p>Semua foto ditampilkan hitam-putih, tanpa warna, bahkan cenderung muram (banyak warna hitam dan abu – abu, hanya sedikit warna putih/ cerah). Penataan foto teratur di dinding sekeliling ruang dengan ukuran besar. Ada 2 buah foto yang diatur (seolah dibiarkan tergeletak) di lantai tengah pameran sebagai aksen, merupakan upaya yang jeli karena sesuai dengan isi foto di dalamnya (seolah ada barang yang rusak, tergeletak di dalam bingkai).</p>
<p>Oscar Motuloh sekali lagi menyihir para pengunjung, berbicara melalui medium fotografi untuk menyampaikan suatu narasi tentang bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Pameran ini, tidak bisa tidak akan membuat pengunjungnya melakukan refleksi tentang kehidupan dan kematian manusia, beserta lingkungan hidupnya. Pameran ini juga menunjukkan keberpihakannya pada penderitaan para korban</p>
<p>Ada sederetan foto yang berjejer berdampingan, seolah menampilkan perwakilan 3 agama di Indonesia. Foto pertama menampilkan pengeras suara dari mesjid menghadap ke tanah kosong, foto kedua menampilkan patung – patung Budha yang sebagian rusak terbakar, dan foto ketiga menampilkan foto patung Yesus yang tergeletak/ jatuh. Manusia yang dipisahkan oleh sekat – sekat ideologi, kepercayaan, agama, etnis, suku/ daerah, menjadi satu kembali ke Sang Pencipta berhadapan dengan alam yang murka.<br />
Ada pula foto Atlantis Van Java, yang pernah dipamerkan di Galeri Nasional bersama karya – karya para seniman se-Indonesia tahun 2008. Foto tersebut menampilkan secara grafis bencana (bukan alam) lumpur Lapindo.<br />
Salut kepada Bang Oscar, mari kita tunggu bersama pameran berikutnya.<br />
<strong>Teks dan Foto oleh Kurnia Setiawan, Grafisosial</strong></p>
<p><strong>RIWAYAT HIDUP OSCAR MOTULOH</strong><br />
Dilahirkan pada 17 Agustus 1959 di Surabaya, Indonesia. Memulai karir di bidang jurnalistik sebagai reporter di Kantor Berita Antara pada 1988. Dua tahun kemudian dia memperkuat divisi pemberitaan foto Kantor Berita Antara sebagai pewarta foto. Belajar fotografi secara otodidak. Selain masih aktif sebgai pewarta foto, yang bersangkutan dewasa ini juga memimpin Kantor Berita Foto Antara, mengepalai Museum Jurnalistik Antara serta Galeri Foto Jurnalistik Antara. Ikut mendirikan Pewarta Foto Indonesia, suatu organisasi profesi yang menghimpun seluruh pewarta foto di tanah air. Mengajar di FFTV Institut Kesenian Jakarta, dan menjadi dosen terbang disejumlah perguruan tinggi di tanah air. Aktif menyelenggarakan pameran, seminar dan workshop fotografi, pameran fotografi, serta menerbitkan sejumlah buku fotografi. Menjadi juri dan kurator disejumlah event fotografi di dalam dan luar negeri.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=912&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/23/lintasan-saujana-jiwa-keberpihakan-pada-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/kaki-langit-bumi-yang-miring_lampase_aceh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KAKI LANGIT BUMI YANG MIRING_Lampase_Aceh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/atlantis-van-java-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ATLANTIS VAN JAVA #2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/atlantis-van-java-4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ATLANTIS VAN JAVA #4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/soulscape1web1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soulscape1web</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/soulscape7.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">soulscape7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Poster &#8220;Kejebak mct, rusuh dmn2&#8243;: Aikon Untuk Bangsa Pelupa</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/05/poster-karya-surianto-rustan/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/05/poster-karya-surianto-rustan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 20:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[design 4sale]]></category>
		<category><![CDATA[FGD Expo]]></category>
		<category><![CDATA[Surianto Rustan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=884</guid>
		<description><![CDATA[
Poster ini karya Surianto Rustan untuk pameran Grafika Politika, yang diadakan dalam rangka FGD Expo 2009, pada tanggal 30 Juli &#8211; 2 Agustus 2009 yang lalu. Poster ini hanya salah satu dari banyak poster lain yang sangat menarik. Namun kami memuatnya disini, mengingat poster ini menyampaikan pesan yang bersifat memorial terhadap tragedi Mei &#8216;98 secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=884&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/05/poster-karya-surianto-rustan/gabsplg800x600/" rel="attachment wp-att-885"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/gabsplg800x600.jpg?w=500&#038;h=666" alt="gabsplg800x600" title="gabsplg800x600" width="500" height="666" class="aligncenter size-full wp-image-885" /></a></p>
<p>Poster ini karya Surianto Rustan untuk pameran Grafika Politika, yang diadakan dalam rangka FGD Expo 2009, pada tanggal 30 Juli &#8211; 2 Agustus 2009 yang lalu. Poster ini hanya salah satu dari banyak poster lain yang sangat menarik. Namun kami memuatnya disini, mengingat poster ini menyampaikan pesan yang bersifat memorial terhadap tragedi Mei &#8216;98 secara sederhana dan gamblang. sangat unik. </p>
<p>Pada poster itu terlihat sebuah telpon genggam dengan layar berisi pesan pendek berbunyi:<strong> &#8220;Terjebak mct, rusuh dmn2, mhn doa, aku ga bs pulang &#8211; 13-05-1998&#8243;.</strong> Pada bagian bawah poster terdapat beberapa baris kalimat sebagai teks yang cukup membuat kita <em>giris </em>membacanya: <strong>&#8220;Mau dihapus dari ingatan tidak mungkin, mau bangun dari mimpi buruk tidak mampu, mau sembuh dari luka tidak akan, menjerit-jerit dalam kerangkeng, di kedalaman hati yang paling dalam&#8221;. </strong>Teks ini mungkin terasa sedikit terlalu panjang untuk sebuah poster. Namun tak apalah, sebuah &#8220;kelemahan&#8221; yang sangat dapat ditolerir.</p>
<p>Dari jarak jauh poster berukuran besar ini mendadak menarik perhatian karena warnanya yang kelam, dengan secercah warna putih ditengah poster &#8211; yang setelah didekati ternyata layar telpon genggam tersebut. Ikon layar ber-sms itu serta merta me- <em>recall</em> kita pada ingatan masa lalu, ketika huru hara rasis itu merebak di seantero jakarta. Kata kata dalam sms itu menggambarkan ketidakjelasan keadaan, kepanikan, yang menjangkiti warga jakarta secara kolektif.</p>
<p>Poster ini mengingatkan kita kembali adanya <em>Pe-eR</em> besar bangsa ini: mengembalikan pluralisme dan kebersamaan rasa dalam memiliki bangsa ini. Poster ini menjadi penting sehingga kami angkat kembali dalam jurnal grafisosial sebagai sebuah ikon pengingat bahwa kita sebagai bangsa masih harus menyelesaikan masalah Peraturan-peraturan Daerah (Perda) yang bersikap tidak adil terhadap agama yang secara jumlah penganut, bersifat minoritas, atau juga bangsa yang secara praksis bersikap tidak adil terhadap suku &#8211; yang secara jumlah dianggap minoritas di negeri ini. Hal ini mengkhawatirkan karena sebuah pemerintahan yang berdasarkan Pancasila seharusnya bersikap adil terhadap semua agama yang diakuinya sendiri dalam UUD &#8211; juga terhadap semua etnis.  Dari sudut pandang hukum, tak perlulah negara mengatur ranah spiritual, mengingat Indonesia adalah negara Pancasila &#8211; bukan negara agama. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintahan SBY mendatang bersama para wakil rakyat yang baru dilantik &#8211; apakah akan membawa Indonesia dalam politik sektarian, atau politik bangsa kesatuan berdasar UUD dan Pancasila.</p>
<p>Oleh karena itu Poster Surianto Rustan tersebut di atas, sungguh merupakan sebuah karya grafis yang sangat berarti untuk diangkat kembali, atau bahkan dicetak dan disebarluaskan menjelang pembentukan pemerintahan baru SBY dan awal masa kerja wakil rakyat. Poster ini dapat jadi pengingat mereka untuk tuntaskan Pe-eR mengamankan hal mendasar dari negara ini: Bhinneka Tunggal Ika, selain juga pengingat bahwa banyak kasus pelanggaran HAM berat &#8211; termasuk Tragedi Mei &#8216;98 &#8211; yang belum tuntas hingga kini.</p>
<p><em>(Arief Adityawan S.)</em></p>
<p><strong>Catatan tambahan:</strong><br />
Surianto Rustan adalah seorang perancang grafis pendiri Rustan Grafis, selain juga penulis beberapa buku desain grafis, dan pengajar di beberapa perguruan tinggi DKV.  Pada hari Jum&#8217;at 16 oktober 2009 dia akan meluncurkan sebuah buku terbarunya berjudul &#8220;The Power of Logo&#8221;.</p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/05/poster-karya-surianto-rustan/the-power-of-logo/" rel="attachment wp-att-886"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/the-power-of-logo.jpg?w=500&#038;h=353" alt="The Power of Logo" title="The Power of Logo" width="500" height="353" class="alignnone size-full wp-image-886" /></a><br />
<span id="more-884"></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/884/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/884/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/884/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=884&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/10/05/poster-karya-surianto-rustan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/gabsplg800x600.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gabsplg800x600</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/10/the-power-of-logo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">The Power of Logo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Hajatan Penting Bulan Agustus: OK Video dan IVAA</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 14:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[
Bulan Agustus lalu di Galeri Nasional Jakarta berlangsung dua acara sangat penting dalam dinamika dunia seni rupa: OK Video – 4th Jakarta International Video Festival dan peluncuran arsip digital IVAA Indonesian Visual Art Archive. Keduanya menjadi penting karena berjalan di jalur lambat diantara arus lalu lintas jalur cepat dari Seni Rupa kontemporer yang laris manis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=841&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_859" class="wp-caption alignnone" style="width: 430px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/poster-ok-video/" rel="attachment wp-att-859"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/poster-ok-video.jpg?w=420&#038;h=604" alt="OK Video keempat: Komedi" title="Poster OK VIdeo" width="420" height="604" class="size-full wp-image-859" /></a><p class="wp-caption-text">OK Video keempat: Komedi</p></div>
<p><em><br />
Bulan Agustus lalu di Galeri Nasional Jakarta berlangsung dua acara sangat penting dalam dinamika dunia seni rupa: OK Video – 4th Jakarta International Video Festival dan peluncuran arsip digital IVAA <a href='http://www.ivaa-online.org'>Indonesian Visual Art Archive</a>. Keduanya menjadi penting karena berjalan di jalur lambat diantara arus lalu lintas jalur cepat dari Seni Rupa kontemporer yang laris manis dikalangan kolektor. Video art sebagai lahan utama dalam OK Video yang diadakan oleh <a href='http://www.ruangrupa.org'>Ruangrupa</a> ini nyaris tidak dilirik oleh kolektor Indonesia. Nasib yang sama juga terjadi pada pengarsipan, penelitian dan pengembangan studi seni rupa yang ditelantarkan oleh banyak pihak di dalam negeri sendiri. </em></p>
<p>Kedua kegiatan tersebut berhasil tampil mandiri berhadapan dengan sistem pasar dalam dunia seni rupa indonesia – kecuali penampilan logo sponsor pada display TV dalam OK Video Festival. Kedua acara ini menjadi penting karena sangat bermanfaat bagi gerak dunia seni rupa kontemporer di Indonesia yang kini nampak melulu berkutat pada nilai investasi bagi kolektor.  Tidak berarti bahwa nilai jual sebuah karya seni adalah masalah tabu ataupun remeh, karena itu berarti tingginya apresiasi sehingga menambah enerji berkarya bagi para pegiat seni rupa. Namun dunia seni rupa pastinya akan berkembang lebih dinamis bila mampu menyerap kepentingan-kepentingan lain yang lebih beragam diluar kepentingan para kolektor dan kolekdol. </p>
<p><strong><br />
OK VIDEO &#8211; 4th Jakarta International Video Festival</strong><br />
OK Video Festival adalah sebuah festival internasional di Indonesia yang diadakan oleh Ruangrupa (akrab disebut Ruru), sebuah komunitas seni rupa yang mengusung secara konsisten penggunaan video sebagai medium dan teknik berkarya seni rupa. Acara dua tahunan ini – dimulai pertama kali tahun 2003 makin menyadarkan publik pada umumnya – maupun dunia seni rupa khususnya bahwa, seperti  ditulis oleh kurator Aminudin TH. Siregar,  seni rupa dapat dicapai melalui medium video. Lebih jauh dalam pernyataan kuratorialnya, &#8216;Ucok&#8217; sang kurator menyatakan bahwa “&#8230;secara militan OK Video tidak saja berhasil menularkan sikap yang terbuka  di dalam memahami arena baru bagi praktik seni rupa, dia juga mampu mengakomodasi jenis seni yang kemunculannya pada akhir 1990an  ke awal 2000an terbilang jarang kita jumpai di galeri-galeri”.</p>
<div id="attachment_856" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/c100_3697/" rel="attachment wp-att-856"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_3697.jpg?w=400&#038;h=300" alt="OK Video berhasil menciptakan karya seni paling kreatif yang pernah dipamerkan di Galeri Nasional - Facade polkadot" title="c100_3697" width="400" height="300" class="size-full wp-image-856" /></a><p class="wp-caption-text">OK Video berhasil menciptakan karya seni paling kreatif yang pernah dipamerkan di Galeri Nasional - Facade polkadot</p></div>
<p>Video sebagai sebuah medium seni rupa nampaknya makin populer diantara kaum muda urban, mengingat teknologi dijital video makin murah-meriah.  Peran kamera video bagi seni rupa  sama dengan peran kamera foto pada awal kelahirannya terhadap dunia seni lukis, memberi aura keterbukaan melawan elitisme seni. Sifat alamiah dari teknologi media audio visual yang mempermudah proses pembuatan maupun proses reproduksinya membuat nilai tukarnya tidak setinggi karya seni rupa berbasis kanvas yang kuno – namun memiliki aura keaslian yang tinggi. Menurut Direktur Ruangrupa Ade Darmawan, walaupun seni video di luar negeri – yang memiliki sejarah seni video lebih lama &#8211; sudah mencapai harga yang cukup mahal, namun tetap dibawah harga tertinggi dari seni lukis. </p>
<p>Kita tahu ada beberapa seniman yang terus berkarya seni secara kolektif sebagai bentuk kegiatan pengembangan komunitas. Para seniman tersebut menempatkan seni rupa dalam fungsi profetiknya sebagai media penyadaran dan katarsis. Sekedar menyebut sebuah contoh, Jogja Mural Forum yang digerakkan oleh Samuel Indratma melakukan aktivisme seni rupa melibatkan warga kampung-kampung di kota Jogya untuk bersama-sama melukisi dinding dan mengubah&#8217; kampung mereka sendiri menjadi “galeri hidup” (Indratma, 2008).  Dalam konteks seni video Ruangrupa bersama forum Lenteng dalam OK Video ke-3 (Militia) mengajak berbagai komunitas masyarakat di berbagai daerah menggunakan kamera video sebagai medium berekspresi. Sayangnya sebagaimana kita tahu hasil karya seni video ataupun mural yang dikerjakan secara kolektif oleh seniman dan warga demikian tak dilirik oleh para kolektor seni rupa. Karena demand pasar rendah maka tidak heran kegiatan aktivisme seni rupa demikian sangat jarang dilakukan oleh para seniman. </p>
<p>Satu hal yang disayangkan dari OK Video Festival ke-4 ini adalah berkurangnya  lokasi penayangan seni video  di ruang publik. Dalam OK Video Festival tahun ini penayangan seni video di luar Galeri Nasional hanya ada  pada TV terbatas di Bandara Soekarno-Hatta.  Hal ini lebih disebabkan karena masalah biaya dan tenaga yang akan jauh membesar, demikian ungkap Ade Darmawan. Idealnya pola pameran atau pemutaran seni video yang menyebar di berbagai ruang publik Ibukota harus menjadi ciri penting dalam penyelenggaraan OK Video Festival di masa mendatang. Memang mengurus sebuah hajatan yang tersebar di banyak titik metropolitan jauh lebih rumit dibandingkan hajatan di satu tempat saja. Hal ini makin sulit bila pemerintah pusat maupun daerah punya prosedur yang amat birokratis dan rumit.  Bagaimanapun OK VIDEO Festival ke-4 ini tetaplah menyegarkan dunia seni rupa kontemporer kita – terlebih ketika tema festival yang dipilih pun jauh dari kesan ingin memperberat “harga” sebuah hajatan seni video: Komedi.</p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/iclick-ivaa/" rel="attachment wp-att-853"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/iclick-ivaa.jpg?w=200&#038;h=199" alt="iClick.IVAA" title="iClick.IVAA" width="200" height="199" class="alignnone size-full wp-image-853" /></a></p>
<p><strong><br />
iClick.IVAA: Pusat Informasi Digital IVAA Online &amp; Onstage</strong><br />
Acara berikutnya yang amat-sangat penting, walaupun diselenggarakan di sayap kanan yang sempit dari Galeri Nasional, adalah peluncuran arsip online <a href='http://www.ivaa-online.org/archive/'>http://www.ivaa-online.org/archive/</a> dan pameran multimedia. Di tengah budaya instan yang  makin tersedot ke arus komodifikasi, tiba-tiba Indonesian Visual Art Archive seakan menyeruak seperti oase ditengah padang gurun. Pembukaan  dan penyelenggaraan pameran IVAA ini nyaris bersamaan dengan Jogya Art Fair (JAF) #2, serta pameran ulang tahun Edwin&#8217;s Gallery &#8211; yang menempati ruang pameran utama dan ruang sayap kiri dari Galeri Nasional.</p>
<p>IVAA dulunya berdiri dengan nama Yayasan Seni Cemeti pada tahun 1995 di Yogyakarta dan beubah nama menjadi IVAA pada tahun 2007. Deskripsi IVAA sebagaimana tercantum dalam publikasi pameran adalah sebagai berikut: “&#8230;sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Yogyakarta, yang melakukan pemberdayaan infrastruktur seni visual di Indonesia. Bidang utamanya adalah dokumentasi, riset, perpustakaan serta penyelenggaraan program edukasi dan ekplorasi seni visual&#8230;. IVAA juga berfungsi sebagai sebuah think-tank atau laboratorium kreatif untuk menggagas berbagai pemikiran serta kegiatan yang mendukung perkembangan seni visual dan budaya kontemporer, baik secara praktek maupun wacana.” </p>
<div id="attachment_869" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/c100_4130/" rel="attachment wp-att-869"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4130.jpg?w=400&#038;h=214" alt="Lobby pameran IVAA Online" title="c100_4130" width="400" height="214" class="size-full wp-image-869" /></a><p class="wp-caption-text">Lobby pameran IVAA Online</p></div>
<p>Sejak 2008 lembaga nirlaba pimpinan Farah Wardani ini membangun Pusat Informasi Digital IVAA yang menampung seluruh koleksi arsip IVAA dalam format digital.  Menurut Tim Riset dan Pengembangan Arsip IVAA (Surat vol. 35, 2009), tujuan utamanya adalah untuk preservasi data tersebut, dan kemudian menyimpannya ke jaringan online, membuat sistem baru klasifikasi data IVAA serta meningkatkan kemudahan aksesibilitas dan pemanfaatan data IVAA bagi publik. Database IVAA kini memiliki 13.000 item data berisi khusus tentang seni rupa mencakup buku, majalah, jurnal, katalog, foto, slide, video, makalah, materi promosi, sampai kliping media massa yang terkumpul selama 12 tahun. Secara kronologis data  yang tersedia mencakup kurun waktu tahun 1960 hingga kini. Secara tematis database itu dibingkai dalam konteks: 1) Seni Rupa Publik, 2) Isu Sosial, 3) Ruang Alternatif, 4) Budaya Anak Muda dan Industri Kreatif, 4) Multimedia, dan Identitas.  Selain pencarian online, IVAA menyediakan sarana pencarian secara fisik (on stage) berupa perpustakaan di jalan Patehan Tengah No.37 Yogyakarta.</p>
<div id="attachment_845" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/c100_4129/" rel="attachment wp-att-845"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4129.jpg?w=400&#038;h=157" alt="pojok lain dari ruang pameran iClick.IVAA" title="c100_4129" width="400" height="157" class="size-full wp-image-845" /></a><p class="wp-caption-text">pojok lain dari ruang pameran iClick.IVAA</p></div>
<p>Keseriusan dan kedalaman pengarsipan informasi mengenai dunia seni di Indonesia yang dilakukan oleh IVAA nyaris tak tertandingi – setidaknya hingga saat ini. Upaya membangun infrastruktur senirupa sebagai pelengkap bagi pengembangan wacana seni rupa di indonesia yang pastinya juga akan berimbas pada pengembangan praktek seni rupa kontemporer Indonesia. Proses pengadaan infrastruktur seni rupa demikian, termasuk program program penelitian dan pengembangan kesenirupaan, adalah ranah yang nyaris luput dikerjakan oleh pemerintah. Untungnya Dewan Kesenian Jakarta telah melakukan proses dijitalisasi arsip arsip seni – mencakup seni rupa, teater, sastra, tari, musik dan film yang bertarikh sejak tahun 1963. Menurut Jabatin Bangun, sekretaris Pengurus Harian DKJ yang bertanggung jawab langsung pada pengelolaan arsip DKJ tersebut, koleksi data milik DKJ itu mencakup data audio, video, negtif film, foto, kliping, naskah drama, lukisan dan benda seni lainnya. Rencananya akhir tahun ini arsip tersebut akan dapat diakses secara online. Tentunya akan sangat ideal bila tiap-tiap Dewan Kesenian di seluruh Indonesi memiliki pusat arsip online, sebagaimana yang direncanakan oleh DKJ.  </p>
<p>Upaya pengarsipan dan penyebaran yang dilakukan oleh lembaga nirlaba seperti IVAA akan memperkuat pertumbuhan dunia seni rupa di Indonesia. Langkah langkah pengarsipan yang terencana dan tertata baik pastinya dapat memperkuat mutu perkembangan seni dan budaya di negeri ini. Dalam konteks yang lebih aktual, langkah pengarsipan menghindarkan kita dari kekhawatiran penjiplakan serta pengakuan dan pencurian aset budaya bangsa oleh negeri jiran. </p>
<div id="attachment_844" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/c100_4128/" rel="attachment wp-att-844"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4128.jpg?w=400&#038;h=166" alt="suasana ruang pamer iClick.IVAA" title="c100_4128" width="400" height="166" class="size-full wp-image-844" /></a><p class="wp-caption-text">suasana ruang pamer iClick.IVAA</p></div>
<p><strong>Penutup</strong><br />
Di dalam dinamika dunia seni rupa kontemporer yang kini dipenuhi dengan proses komodifikasi maka terselenggaranya peristiwa seni rupa OK VIDEO ke-4  dan peluncuran situs IVAA-online menjadi sangat signifikan. Perkembangan dunia seni rupa kontemporer yang masih didominasi oleh seni lukis membutuhkan upaya diversifikasi terus menerus, sejalan dengan teknologi komunikasi visual yang terus berkembang di luaran dunia seni rupa.  </p>
<p>Perkembangan dunia seni rupa sebagaimana kita semua sadari, tidak dapat terlepas dari upaya upaya penelitian dan pengembangan, hal mana berarti dibutuhkan kesiapan infrastruktur dunia kesenian termasuk pendidikan dan pusat data yang lengkap dan mudah di akses. Apa yang telah dilakukan ruangrupa maupun IVAA merupakan sebuah kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan dunia seni rupa di Indonesia.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/841/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/841/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/841/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=841&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/09/02/dua-hajatan-penting-bulan-agustus-ok-video-dan-ivaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/poster-ok-video.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster OK VIdeo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_3697.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c100_3697</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/iclick-ivaa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iClick.IVAA</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4130.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c100_4130</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4129.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c100_4129</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/09/c100_4128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">c100_4128</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Desain Grafis Memperebutkan Ruang Publik: Sebuah Refleksi usai Pilpres 2009</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 20:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumen]]></category>
		<category><![CDATA[Ulasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Di ruang publik individu berkegiatan dan berinteraksi secara fisik, bersendiri maupun berkelompok. Karena itu ruang publik selalu dijadikan ruang untuk menempatkan berbagai jenis media komunikasi untuk  mempengaruhi publik. Dalam Pemilu legislatif 2009 kita telah menyaksikan betapa ruang publik menjadi arena perebutan pengaruh. Mulai dari billboard, bendera, spanduk, baliho, poster, pamflet, selebaran, sticker, hingga t-shirt. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=711&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di ruang publik individu berkegiatan dan berinteraksi secara fisik, bersendiri maupun berkelompok. Karena itu ruang publik selalu dijadikan ruang untuk menempatkan berbagai jenis media komunikasi untuk  mempengaruhi publik. Dalam Pemilu legislatif 2009 kita telah menyaksikan betapa ruang publik menjadi arena perebutan pengaruh. Mulai dari billboard, bendera, spanduk, baliho, poster, pamflet, selebaran, <em>sticker</em>, hingga <em>t-shirt</em>. Media media ini bekerja dalam ruang publik yang bersifat fisik, untuk mendapat pesan pesan dalam media itu seseorang harus hadir secara fisik. Sementara itu di ruang publik yang bersifat maya, dengan menggunakan media digital internet pun perhatian publik diperebutkan. Setelah Pemilihan Presiden 2009 usai kita sekali lagi menyaksikan bagaimana ruang publik – baik ruang fisik maupun maya &#8211; menjadi medan pertarungan ide dan ideologi.</p>
<p><strong>MEDIA DESAIN GRAFIS MEDIA KAMPANYE CAPRES/CAWAPRES NOMOR URUT 1:  MEGAWATI-PRABOWO</strong></p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2307/" rel="attachment wp-att-720"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2307.jpeg?w=462&#038;h=639" alt="L100_2307" title="L100_2307" width="462" height="639" class="alignnone size-full wp-image-720" /></a></p>
<div id="attachment_721" class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2501/" rel="attachment wp-att-721"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2501.jpeg?w=460&#038;h=633" alt="Poster Megawati Prabowo" title="L100_2501" width="460" height="633" class="size-full wp-image-721" /></a><p class="wp-caption-text">Poster Megawati Prabowo</p></div>
<div id="attachment_722" class="wp-caption alignnone" style="width: 436px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2510/" rel="attachment wp-att-722"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2510.jpeg?w=426&#038;h=654" alt="Baliho Megawati Prabowo" title="L100_2510" width="426" height="654" class="size-full wp-image-722" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho Megawati Prabowo</p></div>
<div id="attachment_726" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2612/" rel="attachment wp-att-726"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2612.jpeg?w=500&#038;h=336" alt="Mobil iklan keliling Megawati dan Prabowo (tampak samping)" title="L100_2612" width="500" height="336" class="size-full wp-image-726" /></a><p class="wp-caption-text">Mobil iklan keliling Megawati dan Prabowo (tampak samping)</p></div>
<p><strong><br />
Ruang Nyata</strong><br />
Pihak yang berebut pengaruh politis di ruang publik adalah caleg dari partai politik, lembaga swadaya  masyarakat, hingga individu ataupun kelompok yang memiliki kepedulian dan sikap kritis.  Pihak paling banyak membanjiri ruang publik dengan media kampanye pemilu tentu saja adalah caleg parpol, karena terdapat lebih dari empat puluh partai peserta pemilu 2009. Di seluruh Indonesai partai partai tersebut memperebutkan kursi Wakil rakyat di tingkat DPR Pusat, DPRD Tingkat I dan DPRD Tingkat II.  Sayang tidak semua calon legislatif (caleg) mampu merumuskan keunggulan diri – bila dia memilikinya – dan dikemas menjadi sebuah media kampanye yang mampu mempengaruhi calon pemilih. Media desain grafis untuk propaganda Pemilu yang tersebar di ruang publik secara fisik, sudah mulai menampakkan kehadirannya pada Pemilu 2004 yang lalu. Sebagaimana kita tahu, dalam skala yang lebih masif  &#8211; baik karena pemahaman, keuangan,  maupun teknologi, hal ini muncul kembali di Pemilu 2009 yang lalu &#8211; bahkan hingga Pilpres yang baru saja usai.  Sayangnya kekuatan modal dari tiap partai atau pasangan Capres dan Cawapres tidak diimbangi dengan strategi kreatif yang memadai dan mencerdaskan konstituen. Dalam merancang grafis untuk media kampanyenya, ketiga pasangan masih berkutat diseputar figur, bendera merah-putih, dan simbol keagamaan. Bahkan yang paling parah adalah ketika isu jilbab dari isteri Jusuf Kalla dan Wiranto dianggap memiliki daya juali tinggi, maka muncullah desain baliho dimana gambar pasangan JK-Wiranto berada disamping gambar pasangan isteri mereka yang berjilbab. Bahkan gambar pasangan isteri mereka itu memiliki proporsi yang lebih besar dari gambar JK-Wiranto. Bagaimana mungkin mendidik masyarakat bila kampanye pasangan itu hanya didasarkan argumentasi bahwa isteri-isteri dari para kandidat berjilbab, sehingga JK-Wiranto pantas dipilih..</p>
<p><strong>MEDIA KAMPANYE CAPRES/CAWAPRES NOMOR URUT 2: SBY-BOEDIONO</strong><br />
<div id="attachment_727" class="wp-caption alignnone" style="width: 409px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2507/" rel="attachment wp-att-727"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2507.jpeg?w=399&#038;h=592" alt="Baliho SBY-Boediono" title="L100_2507" width="399" height="592" class="size-full wp-image-727" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho SBY-Boediono</p></div></p>
<div id="attachment_728" class="wp-caption alignnone" style="width: 384px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2514/" rel="attachment wp-att-728"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2514.jpeg?w=374&#038;h=302" alt="Baliho SBY Boediono, dengan tampilan logo di kiri atas" title="L100_2514" width="374" height="302" class="size-full wp-image-728" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho SBY Boediono, dengan tampilan logo di kiri atas</p></div>
<div id="attachment_821" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2614-2/" rel="attachment wp-att-821"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_26141.jpeg?w=400&#038;h=557" alt="Menonjolkan sikap sederhana (dari cawapres Boediyono)" title="L100_2614" width="400" height="557" class="size-full wp-image-821" /></a><p class="wp-caption-text">Menonjolkan sikap sederhana (dari cawapres Boediyono)</p></div>
<div id="attachment_822" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/sbybudi-2/" rel="attachment wp-att-822"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/sbybudi1.jpeg?w=500&#038;h=336" alt="Menonjolkan pemerintahan bersih, sebagai antitesa dari pemerintahan penuh kolusi" title="SBYBudi" width="500" height="336" class="size-full wp-image-822" /></a><p class="wp-caption-text">Menonjolkan pemerintahan bersih, sebagai antitesa dari pemerintahan penuh kolusi</p></div>
<p><strong>MEDIA KAMPANYE CAPRES/CAWAPRES NOMOR URUT 3: JUSUF KALLA DAN WIRANTO</strong><br />
<div id="attachment_731" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_1915/" rel="attachment wp-att-731"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_1915.jpeg?w=500&#038;h=842" alt="Iklancetak (koran) Jusuf Kalla-Wiranto" title="L100_1915" width="500" height="842" class="size-full wp-image-731" /></a><p class="wp-caption-text">Iklancetak (koran) Jusuf Kalla-Wiranto</p></div></p>
<div id="attachment_732" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/jk-win/" rel="attachment wp-att-732"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/jk-win.jpeg?w=400&#038;h=573" alt="Billboard JK-Wiranto" title="JK win" width="400" height="573" class="size-full wp-image-732" /></a><p class="wp-caption-text">Billboard JK-Wiranto</p></div>
<div id="attachment_738" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2500/" rel="attachment wp-att-738"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2500.jpeg?w=500&#038;h=658" alt="Baliho JK Wiranto untuk segmen pemilih muda" title="L100_2500" width="500" height="658" class="size-full wp-image-738" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho JK Wiranto untuk segmen pemilih muda</p></div>
<div id="attachment_739" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2422/" rel="attachment wp-att-739"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2422.jpeg?w=500&#038;h=349" alt="Baliho JK-Wiranto: foto kedua perempuan berjilbab dianggap sebagai nilai tambah, sedemikian rupa sehingga ditampilkan lebih besar" title="L100_2422" width="500" height="349" class="size-full wp-image-739" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho JK-Wiranto: foto kedua perempuan berjilbab dianggap sebagai nilai tambah, sedemikian rupa sehingga ditampilkan lebih besar</p></div>
<div id="attachment_740" class="wp-caption alignnone" style="width: 464px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2513/" rel="attachment wp-att-740"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2513.jpeg?w=454&#038;h=322" alt="Baliho Jk-Wiranto dengan murid perempuan berjilbab" title="L100_2513" width="454" height="322" class="size-full wp-image-740" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho Jk-Wiranto dengan murid perempuan berjilbab</p></div>
<div id="attachment_741" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/l100_2534/" rel="attachment wp-att-741"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2534.jpeg?w=500&#038;h=631" alt="Baliho JK Wiranto" title="L100_2534" width="500" height="631" class="size-full wp-image-741" /></a><p class="wp-caption-text">Baliho JK Wiranto</p></div>
<p>Beberapa fenomena menarik juga muncul ketika ada kelompok kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang atau kepekaan dalam bekerja dalam ranah budaya visual, juga memanfaatkan ruang publik untuk menyampaikan ekspresi dan sikap politiknya. Kelompok kelompok ini sangat beragam, mulai dari kelompok atau komunitas yang bersikap kritis, namun moderat &#8211; contohnya Propagraphic, hingga komunitas yang mengidealkan masyarakat tanpa pemerintahan. Kelompok terakhir ini bekerja secara mandiri (indie) dengan  salah prinsip penting dalam hidup mereka: <em>Do It Yourself (DIY)</em>. Dengan prinsip ini mereka mengidolakan adanya sebuah masyarakat tanpa pemerintahan. Ruang berekspresi mereka adalah ruang publik secara fisik – menghasilkan karya-karya mural yang menguasai ruang ruang kota. dan media berbiaya rendah, seperti foto copy, stensil, cetak saring, dan mural. </p>
<p><strong>Ruang Maya</strong><br />
Fenomena baru yang tidak terdapat dalam Pemilu 2004 yang lalu adalah penggunaan media virtual internet untuk menyikapi Pemilu 2009. Media internet digunakan publik mengingat sifatnya yang mendalam sekaligus relatif meluas – dapat diakses di seluruh Indonesia atau seluruh dunia, sejauh orang tersebut memiliki akses  intenet.  Selain itu media ini dapat digunakan meluas karena sistem infrastruktur informasi dari media internet ini relatif berbiaya rendah. Kehadiran Facebook sebagai sebuah media komunikasi mampu menampilkan dan mengkomunikasikan pada kawan-kawannya setiap detik dari aktivitas seseorang. Facebook mampu   berfungsi menampilkan diri, sebagaimana seseorang ingin dilihat dan dianggap oleh lingkungannya, Fungsi inilah yang dikritik oleh sebagian orang bahwa Facebook adalah media bagi orang-orang yang mencintai dirinya. </p>
<p>Namun ternyata Facebook memungkinkan setiap individu menulis dan berbagi dengan kawan- kawannya , atau kawan dari kawan-kawannya, dan seterusnya.  Facebook, selain aplikasi  permainan-permainannya,  menggiatkan setiap individu menjadi penulis sekaligus penerbit media itu sendiri, sebuah kegiatan jurnalisme warga. Bahkan ternyata tidak saja jurnalisme warga, namun desain grafis warga – siapapun dapat menciptakan sebuah desain dan meng-upload nya di album masing-masing. Bahkan muncul kecenderungan menciptakan ikon-ikon untuk digunakan pada foto profil. Foto profil yang pada umumnya digunakan untuk menampilkan foto diri masing- masing orang, sering diganti dengan ikon bertema isu tertentu sebagai bentuk ekspresi diri. </p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/frances-polly1/" rel="attachment wp-att-712"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/frances-polly1.jpg?w=117&#038;h=130" alt="Frances Polly1" title="Frances Polly1" width="117" height="130" class="alignnone size-full wp-image-712" /></a> <a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/frances-polly2/" rel="attachment wp-att-713"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/frances-polly2.jpg?w=87&#038;h=130" alt="Frances Polly2" title="Frances Polly2" width="87" height="130" class="alignnone size-full wp-image-713" /></a></p>
<div id="attachment_768" class="wp-caption alignnone" style="width: 435px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/mei2-2/" rel="attachment wp-att-768"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/mei21.jpg?w=425&#038;h=319" alt="Membawa spanduk Karya Frances Polly saat Tabur bunga di Klender dalam Peringatan Tragedi Mei 2009 (Foto: Koleksi KontraS)" title="mei2" width="425" height="319" class="size-full wp-image-768" /></a><p class="wp-caption-text">Membawa spanduk Karya Frances Polly saat Tabur bunga di Klender dalam Peringatan Tragedi Mei 2009 (Foto: Koleksi KontraS)</p></div>
<div id="attachment_762" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/100_2947/" rel="attachment wp-att-762"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/100_2947.jpeg?w=500&#038;h=167" alt="sticker berasal dari ikon di Facebook" title="100_2947" width="500" height="167" class="size-full wp-image-762" /></a><p class="wp-caption-text">sticker berasal dari ikon di Facebook</p></div>
<p>Frances Poly misalnya, adalah salah seorang desainer yang cukup sering merancang ikon-ikon dengan isu sosial-politik serta menggunakannya sebagai foto profil. Foto profil hasil rancangannya inilah yang kemudian di gunakan dengan bebas oleh kawan, maupun kawan dari kawan, para pengguna facebook lainnya. Polly merancang sebuah ikon berjudul: Awas Pembunuh Disekitar Kita! Yang mengkritik dan mengingatkan warga pengguna Facebook, bahwa ada pembunuh-pembunuh politik yang masih belum dihukum (impunitas). Ikon tersebut berlatar belakang merah, menggunakan ikon siluet seseorang  bertopi seorang perwira tentara sedang memegang pistol. Besar kemungkinan ikon yang digunakan adalah berasal dari foto Fidel Castro sedang menunjuk &#8211; namun belakangan siluet figur tentara dimodifikasi sehingga tidak lagi berdasarkan figur Castro. Ikon ini menyebar dengan cepat dan sempat digunakan secara meluas oleh beberapa kalangan pengguna Facebook. Demikian pula ketika peringatan 11 tahun terjadinya peristiwa Tragedi Mei &#8216;98 berlangsung, juga terjadi hal yang sama. </p>
<div id="attachment_786" class="wp-caption alignnone" style="width: 157px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/amin-pdi-2/" rel="attachment wp-att-786"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-pdi1.jpg?w=147&#038;h=150" alt="Serial Sarkasme Pemilu 2009 - PDI-P (Karya Muhammad Amin)" title="Amin PDI" width="147" height="150" class="size-thumbnail wp-image-786" /></a><p class="wp-caption-text">Serial Sarkasme Pemilu 2009 - PDI-P (Karya Muhammad Amin)</p></div>
<div id="attachment_785" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/amin-demokrat-3/" rel="attachment wp-att-785"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-demokrat2.jpg?w=150" alt="Serial Sarkasme Pemilu 2009 - Partai Demokrat (Karya Muhammad Amin)" title="Amin Demokrat" class="size-thumbnail wp-image-785" /></a><p class="wp-caption-text">Serial Sarkasme Pemilu 2009 - Partai Demokrat (Karya Muhammad Amin)</p></div>
<div id="attachment_787" class="wp-caption alignnone" style="width: 160px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/amin-golkar-3/" rel="attachment wp-att-787"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-golkar2.jpg?w=150" alt="Serial sarkasme Pemilu 2009) - Partai Golkar (Karya Muhammad Amin)" title="Amin Golkar" width="150" height="132" class="size-thumbnail wp-image-787" /></a><p class="wp-caption-text">Serial sarkasme Pemilu 2009) - Partai Golkar (Karya Muhammad Amin)</p></div>
<p>Selain Frances Polly, masih terdapat seorang pengguna Facebook bernama Muhammad Amin. Dia adalah seorang Indonesia yang sedang menjalani kuliah di sebuah perguruan tinggi di negeri Belanda. Amin  sering merancang ikon-ikon yang menjadi sindiran atau parodi terhadap logo-logo partai peserta Pemilu 2009 ini.  Dia menyebutnya sebagai Serial Sarkasme Pemilu 2009. Sesuai dengan namanya, parodi-parodi yang diciptakan dalam rancangan Amin itu bernuansa sarkastik. Namun terlepas dari isi pesan yang dibawanya, hal tersebut merupakan bentuk dari sebuah kritik dan ekspresi ketidakpercayaan publik yang  disuarakan oleh seorang perupa, serta dituangkan dalam sebuah media komunikasi (seni) rupa di ruang publik. Pada titik ini rancangan Muhammad Amin menjadi sebuah fenomena unik yang menggabungkan potensi teknologi informasi, khususnya struktur situs facebook, sikap kritis perupa sekaligus warga pengguna facebook. </p>
<div id="attachment_775" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/oplos-enin-2/" rel="attachment wp-att-775"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/oplos-enin1.jpg" alt="ikon menyambut Pemilu (karya Enin Supriyanto)" title="oplos enin" width="500" height="500" class="size-full wp-image-775" /></a><p class="wp-caption-text">ikon menyambut Pemilu (karya Enin Supriyanto)</p></div>
<div id="attachment_776" class="wp-caption alignnone" style="width: 433px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/enin-2/" rel="attachment wp-att-776"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/enin1.jpg" alt="Poster Pemilu versi Facebook, karya Enin Supriyanto" title="enin" width="423" height="604" class="size-full wp-image-776" /></a><p class="wp-caption-text">Poster Pemilu versi Facebook, karya Enin Supriyanto</p></div>
<p>Selain keduanya, Enin Supriyanto adalah salah sebuah fenomena lain dari sikap kritis dan desain grafis warga yang memanfaatkan laman Facebook. Enin adalah seorang aktivis ITB yang pernah mengalami penjara rezim Soeharto pada tahun 1989.  Setelah bergelut dalam bidang periklanan, dia kemudian beralih menjadi seorang kurator seni rupa yang namanya berkibar di dalam dunia seni rupa kontemporer. Dalam beberapa rancangannya, dia menampilkan sikap politik  pribadinya dengan merancang ikon untuk Golongan Oplos (oposisi polos), sebuah nama lain dari golongan putih, yang mungkin berkesan terlalu pasif. Beberapa rancangannya memberikan kesan sangat pop, ketika dia memanfaatkan gaya iklan dari sebuah produk minuman vodka yang cukup terkenal. </p>
<p>Secara umum Facebook telah menjadi sebuah galeri warga yang bersifat terbuka dan mudah untuk diakses para penggunanya di seluruh dunia.  Facebook, selain mampu mengakomodasi potensi jurnalisme warga, juga mampu mengakomodasi potensi desain grafis warga.  Facebook dengan prinsip nya Giving people the power to share and make the world more open and connected, kini telah digunakan oleh 3.675.111 penggemar.</p>
<p>Ruang publik fisik maupun maya, keduanya sama sama memberi kesempatan tiap orang untuk berbagi informasi dan saling mempengaruhi orang lain. Sebuah dunia paralel yang membuka berbagai kemungkinan berkomunikasi. Hal menarik terjadi, ketika sebuah ikon dari Frances Poly direproduksi oleh lembaga swadaya masyarakat KontraS dalam peringatan Tragedi Mei 98 baru lalu. Hal ini memberi sebuah peluang bagi media yang bersifat maya dapat direproduksi menjadi sebuah media kongkrit yang hadir secara fisik dalam bentuk cetak, baik spanduk, stiker, maupun t-shirt.</p>
<p>Apa yang telah dicapai oleh negeri ini dalam kebebasan berpendapat merupakan sebuah prestasi tersendiri. Demikian banyak ruang berkespresi dan berpendapat, yang pada jaman Orde Baru tidak akan terbayang dapat kita manfaatkan atau berani kita lakukan – kecuali dengan mengakibatkan pengorbanan kebebasan bahkan nyawa. Bagi pemerintahan baru yang akan memimpin negeri ini pada 2009 hingga 2014 ini,  hal penting  yang harus dilakukan adalah menjaga terus kebebasan berpendapat di ruang publik demi mekanisme kontrol yang akan membuat mesin pemerintahan tidak akan membusuk. Bilamana ada pihak yang dirugikan tentunya dapat menggunakan jalur hukum, sambil terus mereformasi hukum di negeri ini, agar menghilangkan seluruh pasal pasal peninggalan pemerintahan kolonial dahulu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/711/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/711/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/711/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=711&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/08/desain-grafis-memperebutkan-ruang-publik-sebuah-refleksi-untuk-kampanye-pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2307.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2307</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2501.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2501</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2510.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2510</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2612.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2612</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2507.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2507</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2514.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2514</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_26141.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2614</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/sbybudi1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">SBYBudi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_1915.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_1915</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/jk-win.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">JK win</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2500.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2500</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2422.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2422</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2513.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2513</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_2534.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2534</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/frances-polly1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Frances Polly1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/frances-polly2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Frances Polly2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/mei21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mei2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/100_2947.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">100_2947</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-pdi1.jpg?w=147" medium="image">
			<media:title type="html">Amin PDI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-demokrat2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Amin Demokrat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/amin-golkar2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Amin Golkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/oplos-enin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">oplos enin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/enin1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">enin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GRAFIS MELAWAN LUPA: Pameran media kampanye masyarakat sipil tentang pelanggaran HAM masa lalu</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 00:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[
SEBUAH PENGANTAR KURASI
Grafis atau gambar adalah alat  ungkap pikiran dan perasaan manusia, yang mencakup &#8211; tidak saja garis, bidang, dan warna yang membawa pesan dan makna tertentu – termasuk bentuk-bentuk huruf yang mengekspresikan makna tertentu secara implisit, selain arti kata itu sendiri. Merancang grafis, atau desain grafis, makin berkembang  sebagai alat penyebar pesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=669&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_799" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/l100_2886-2/" rel="attachment wp-att-799"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_28861.jpeg?w=500&#038;h=375" alt="Galeri Cipta III - Taman Ismail Marzuki (3-7 Juli 2009)" title="L100_2886" width="500" height="375" class="size-full wp-image-799" /></a><p class="wp-caption-text">Galeri Cipta III - Taman Ismail Marzuki (3-7 Juli 2009)</p></div>
<p><strong><em><br />
SEBUAH PENGANTAR KURASI</em></strong></p>
<p><strong>Grafis atau gambar adalah alat  ungkap pikiran dan perasaan manusia, yang mencakup &#8211; tidak saja garis, bidang, dan warna yang membawa pesan dan makna tertentu – termasuk bentuk-bentuk huruf yang mengekspresikan makna tertentu secara implisit, selain arti kata itu sendiri. Merancang grafis, atau desain grafis, makin berkembang  sebagai alat penyebar pesan massal, setelah revolusi cetak Guttenberg di abad ke-15.<br />
</strong></p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2675-copy/" rel="attachment wp-att-670"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2675-copy.jpeg?w=200&#038;h=295" alt="LoresIMG_2675 copy" title="LoresIMG_2675 copy" width="200" height="295" class="alignnone size-full wp-image-670" /></a>   <a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2671-copy-2/" rel="attachment wp-att-681"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2671-copy1.jpeg?w=200&#038;h=283" alt="LoresIMG_2671 copy" title="LoresIMG_2671 copy" width="200" height="283" class="alignnone size-full wp-image-681" /></a></p>
<p>Pameran ini bermaksud menampilkan potensi desain grafis – melalui keberagaman media &#8211; sebagai alat perjuangan untuk merespons berbagai peristiwa pelanggaran HAM di jaman Orde Baru dan beberapa isu yang terjadi sesudah Soeharto turun, namun masih terkait dengan sistem Orde Baru. Penggunaan desain grafis secara komprehensif dalam berbagai jenis media berperan  penting dalam memperebutkan kesadaran publik. Ranah kesadaran publik inilah yang coba dipertahankan oleh jaringan kerja masyarakat sipil, terhadap kooptasi pemerintah maupun partai politik, serta juga korporasi besar.</p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2651/" rel="attachment wp-att-671"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2651.jpeg?w=200&#038;h=286" alt="LoresIMG_2651" title="LoresIMG_2651" width="200" height="286" class="alignnone size-full wp-image-671" /></a>   <a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2647/" rel="attachment wp-att-684"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2647.jpeg?w=200&#038;h=300" alt="LoresIMG_2647" title="LoresIMG_2647" width="200" height="300" class="alignnone size-full wp-image-684" /></a></p>
<p>Upaya perlawanan yang dirancang menggunakan rancang grafis sebagai alat perjuangan selama rejim Orde Baru pada umumnya dimulai dari basis kampus seperti koran kampus dan jurnal kemahasiswaan. Di luar kampus, desain grafis digunakan secara optimal melalui pemanfaatan desain grafis oleh jaringan lembaga swadaya masyarakat.  Kaum muda terdidik tahun 70an dengan basis kampus, merancang media komunikasi cetak murah-meriah.  Namun dalam kesederhanaan produksi dan pendistribusian itulah desain grafis yang muncul memanfaatkan simbol-simbol visual yang kreatif didukung oleh karya karya para seniman muda kritis. Hal ini sejalan dengan peran lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mengembangkan desain grafis yang juga berkembang pesat. Eskalasi perlawanan yang dilakukan pun terus meningkat. Hal ini  berpengaruh pada gaya-gaya desain yang diproduksi oleh berbagai lembaga tersebut. LSM dengan strategi perlawanan yang makin keras, memanfaatkan bahasa visual yang lebih eksplisit dan keras menyuarakan perlawanan.</p>
<p> <a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/suara-independen2a-2/" rel="attachment wp-att-704"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/suara-independen2a1.jpeg?w=300&#038;h=424" alt="Suara Independen2a" title="Suara Independen2a" width="300" height="424" class="alignnone size-full wp-image-704" /></a></p>
<p>Teknologi media terkini berupa internet menjadi sarana penyadaran yang cukup efektif dan efisien. Media-media demikian menjadi sebuah demokratisasi dalam konteks penerbitan dan pers yang selama ini dikuasai oleh modal besar, sebuah jurnalisme publik, atau juga desain publik – dimana siapapun dapat menjadi desainer kritis yang karyanya dapat dinikmati oleh publik, tanpa rintangan modal besar. Namun penggunaan media baru berbasis teknologi dijital tidak serta merta menghilangkan peran media poster, atau bahkan spanduk dan payung, di jalanan. Fenomena menarik adalah ketika ikon yang menyebar luas di ranah internet direproduksi menjadi media-media fisik di jalanan, untuk kebutuhan unjuk rasa seperti spanduk, sticker, dan t-shirt.   Sebaliknya desain grafis jalanan ini tidak berhenti dalam ruang-waktu lokal sebatas area demonstrasi, ketika diliput pers sehingga dapat direproduksi secara masif tanpa batas ruang dan waktu.  </p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2644/" rel="attachment wp-att-672"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2644.jpeg?w=200&#038;h=300" alt="LoresIMG_2644" title="LoresIMG_2644" width="200" height="300" class="alignnone size-full wp-image-672" /></a>  <a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2641/" rel="attachment wp-att-687"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2641.jpeg?w=255&#038;h=379" alt="LoresIMG_2641" title="LoresIMG_2641" width="255" height="379" class="alignnone size-full wp-image-687" /></a></p>
<p>Dari materi pameran yang berhasil terkumpul dari berbagai LSM maupun individu, terlihat betapa penting proses pendokumentasian media-media penyadaran publik. Demikian penting namun nyatanya demikian sulit mengumpulkan materi desain grafis pameran ini menjadi satu. Hal ini juga berakibat pada kelemahan pendataan nama-nama desainer yang merancang media-media yang dipamerkan.</p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2672-copy/" rel="attachment wp-att-688"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2672-copy.jpeg?w=300&#038;h=201" alt="LoresIMG_2672 copy" title="LoresIMG_2672 copy" width="300" height="201" class="alignnone size-full wp-image-688" /></a></p>
<p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/loresimg_2674-copy/" rel="attachment wp-att-689"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2674-copy.jpeg?w=300&#038;h=199" alt="LoresIMG_2674 copy" title="LoresIMG_2674 copy" width="300" height="199" class="alignnone size-full wp-image-689" /></a></p>
<p>Upaya menembus represi informasi yang bersifat satu arah, demi kuasa terhadap ruang publik menjadi signifikan. Hal ini semakin terasa ketika Pemilu dengan sistem banyak partai berlangsung. Demikian banyak kandidat anggota legislatif maupun Presiden dan Wapres yang menyampaikan pesan penuh penanda, namun tanpa petanda atau makna kongkrit.  Publik diguyur oleh simulakra yang menyilaukan, dengan jargon jargon besar yang memabukkan seperti: kesejahteraan, kemakmuran, kerakyatan, keadilan, dan lain sebagainya. Propaganda demikian harus dilawan dengan kontra propaganda dan pengawasan propaganda oleh setiap individu, dan jaringan-jaringan kerja masyarakat sipil.   Termasuk komunitas-komunitas budaya visual di akar rumput, seperti Propagraphic  Taring Padi,  dan sebagainya. Dengan kekuatan media media publik inilah sebuah kesadaran kritis sebagai gerakan kebudayaan dapat terus digulirkan. Agar proses pelupaan sistematis terahadap pelanggaran HAM masa lalu dapat di lawan – demi menghindari pelanggaran HAM di masa depan.</p>
<p><em>Jakarta, Juli 2009<br />
Ade Darmawan<br />
Arief Adityawan S.</em></p>
<p>Catatan:<br />
Pameran &#8220;Grafis Melawan Lupa&#8221; berlangsung dari tanggal 3-7 Juli 2009 di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Terselenggara atas kerjasama Elsam, Kontras, Grafisosial, Institut Sejarah Sosial Jakarta, dan Dewan Kesenian Jakarta.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=669&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/07/05/grafis-melawan-lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/l100_28861.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">L100_2886</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2675-copy.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2675 copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2671-copy1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2671 copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2651.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2651</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2647.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2647</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/suara-independen2a1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Suara Independen2a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2644.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2644</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2641.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2641</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2672-copy.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2672 copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/07/loresimg_2674-copy.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">LoresIMG_2674 copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pakai baju Hitam atau Putih untuk Tragedi Mei &#8216;98</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/05/09/pakai-baju-hitam-atau-putih-untuk-tragedi-mei-98/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/05/09/pakai-baju-hitam-atau-putih-untuk-tragedi-mei-98/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 May 2009 18:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ajakan]]></category>
		<category><![CDATA[Tragedi Mei 98]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[
Mempertahankan ingatan bersama mengenai sebuah tragedi menjadi penting, terutama ketika negara secara resmi tidak menganggap peristiwa ini nyata ada. Ketika negara dan banyak warga meragukan adanya Tragedi 13 &#8211; 14 Mei, maka peristiwa ini nyaris hilang dari perbincangan. Ketika para korban yang merasa tidak mendapatkan haknya untuk diperlakukan adil berusaha melupakan dan menekan ingatan terhadap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=615&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://grafisosial.wordpress.com/2009/05/09/pakai-baju-hitam-atau-putih-untuk-tragedi-mei-98/poster-mei-98-2/" rel="attachment wp-att-624"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/05/poster-mei-983.jpg?w=500&#038;h=818" alt="Poster Mei 98" title="Poster Mei 98" width="500" height="818" class="alignnone size-full wp-image-624" /></a></p>
<p>Mempertahankan ingatan bersama mengenai sebuah tragedi menjadi penting, terutama ketika negara secara resmi tidak menganggap peristiwa ini nyata ada. Ketika negara dan banyak warga meragukan adanya Tragedi 13 &#8211; 14 Mei, maka peristiwa ini nyaris hilang dari perbincangan. Ketika para korban yang merasa tidak mendapatkan haknya untuk diperlakukan adil berusaha melupakan dan menekan ingatan terhadap tragedi sedalam mungkin dibawah sadar, maka peristiwa ini akan semakin dianggap fiktif oleh generasi mendatang. Demikian pula dengan peristiwa penculikan para aktivis reformasi yang hingga kini masih gelap, tanpa adanya perhatian dari pemerintah dan publik luas, maka yang tersisa hanyalah kepedihan keluarga korban penculikan. Bahkan dikhawatirkan ketidakpedulian pemerintah terhadap pengusutan kasus Tragedi Mei 98, adalah sebuah proses pembiaran dan pelupaan yang disengaja oleh negara, sebuah amnesia politik untuk mengubur dalam-dalam lembar hitam sejarah bangsa &#8211; tanpa ingin belajar darinya agar tak terulang lagi di masa depan. </p>
<p>Poster di atas mengajak kita bersama untuk gunakan baju hitam atau putih disekitar tanggal 12 -15 Mei 2009, sebagai sebuah gerakan simbolik untuk bersimpati serta mengenang para korban Tragedi Mei 1998. Diharapkan hal ini menjadi awal dari sebuah upaya untuk mempertahankan ingatan kolektif tentang Tragedi Mei, agar kebenaran dapat terungkap. Karena sesungguhnya kita berhutang pada para korban, dan pada kebenaran.</p>
<p><strong>Link dokumen: Poster Mei 98 format pdf:</strong> <a href='http://grafisosial.wordpress.com/2009/05/09/pakai-baju-hitam-atau-putih-untuk-tragedi-mei-98/poster-mei-98-2/' rel='attachment wp-att-633'>Poster Mei 98</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=615&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/05/09/pakai-baju-hitam-atau-putih-untuk-tragedi-mei-98/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/05/poster-mei-983.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Poster Mei 98</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mereka yang Hilang, Hadir disini</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/04/17/mereka-yang-hilang-hadir-disini/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/04/17/mereka-yang-hilang-hadir-disini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 10:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aksi Diam Kamisan]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[Pada satu sore di Tahun 1977, di depan Istana kepresidenan Argentina di Buenos Aires sekelompok ibu-ibu dengan kerudung kepala berwarna putih melakukan sebuah aksi damai &#8211; yang kemudian akan berlangung terus selama lebih dari tiga puluh tahun. Ibu-ibu Plaza de Mayo itu, demikian nama plaza di depan istana kepresidenan itu, melakukan aksi protes atas hilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=536&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_562" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk961.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Setangkai Mawar merah dari Sumarsih untuk Ibu Plaza de Mayo" title="jskk961" width="400" height="300" class="size-full wp-image-562" /><p class="wp-caption-text">Setangkai Mawar merah dari Sumarsih untuk Ibu Plaza de Mayo</p></div>
<div id="attachment_572" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/plaza-de-mayo11.jpg?w=400&#038;h=267" alt="Aksi Ibu-ibu di Plaza de Mayo, Buenos Aires Argentina (Foto: www.madres.org)" title="plaza-de-mayo11" width="400" height="267" class="size-full wp-image-572" /><p class="wp-caption-text">Aksi Ibu-ibu di Plaza de Mayo, Buenos Aires Argentina (Foto: www.madres.org)</p></div>
<div id="attachment_569" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/plaza-de-mayo21.jpg?w=400&#038;h=266" alt="Foto: www.madres.org" title="plaza-de-mayo21" width="400" height="266" class="size-full wp-image-569" /><p class="wp-caption-text">Foto: www.madres.org</p></div>
<p>Pada satu sore di Tahun 1977, di depan Istana kepresidenan Argentina di Buenos Aires sekelompok ibu-ibu dengan kerudung kepala berwarna putih melakukan sebuah aksi damai &#8211; yang kemudian akan berlangung terus selama lebih dari tiga puluh tahun. Ibu-ibu Plaza de Mayo itu, demikian nama plaza di depan istana kepresidenan itu, melakukan aksi protes atas hilang dan dibunuhnya anak-anak mereka oleh Junta Militer Argentina saat itu. </p>
<div id="attachment_545" class="wp-caption alignnone" style="width: 408px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk8.jpg?w=398&#038;h=282" alt="Dua buah pin yang digunakan ibu dari Plaza de Mayo" title="jskk8" width="398" height="282" class="size-full wp-image-545" /><p class="wp-caption-text">Dua buah pin yang digunakan ibu dari Plaza de Mayo</p></div>
<p>Kelompok ibu-ibu tersebut kemudian menamakan dirinya <a href='http://www.madres.org/'>Asociacion Madres de Plaza de Mayo</a>. Aksi mereka itu bahkan mengakibatkan salah satu pendirinya diculik dan dibunuh oleh Junta Militer. Namun keteguhan dan cinta akhirnya berhasil menembus benteng militer. banyak kasus yang terungkap melalui pengakuan para jenderal pelaku tindak kejahatan. Ibu-ibu Plaza de Mayo ini kemudian menggunakan logo bergambarl kerudung kepala putih, simbol yang selalu mereka gunakan saat berdiri di Plaza de Mayo.</p>
<div id="attachment_546" class="wp-caption alignnone" style="width: 384px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk9.jpg?w=374&#038;h=267" alt="Dua buah pin: satu pin untuk korban yang dicintai, satu pin untuk Asosiasi Ibu Plaza de Mayo." title="jskk9" width="374" height="267" class="size-full wp-image-546" /><p class="wp-caption-text">Dua buah pin: satu pin untuk korban yang dicintai, satu pin untuk Asosiasi Ibu Plaza de Mayo.</p></div>
<p>Kemarin, Kamis sore 16 April, di lapangan Monumen Nasional di depan Istana Kepresidenan, Medan Merdeka utara &#8211; Jakarta, dua orang ibu dari Argentina itu turut hadir memberi dukungan para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM di Indonesia &#8211; yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban dan Keluarga Korban (JSKK). Aksi diam Kamisan yang dilakukan JSKK di depan istana Merdeka memang diinspirasi oleh aksi Plaza de Mayo itu. Aksi Kamisan Sore Kemarin adalah aksi Kamis ke 106 yang dilakukan oleh JSKK.</p>
<div id="attachment_547" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk4.jpg?w=300&#038;h=400" alt="Suciwati mengkritik para Jenderal yang kini berebut kursi Presiden RI" title="jskk4" width="300" height="400" class="size-full wp-image-547" /><p class="wp-caption-text">Suciwati mengkritik para Jenderalyang sedang berebut kursi </p></div>
<p>Suciwati &#8211; isteri dari pejuang HAM Munir almarhum &#8211; sebagai salah seorang koordinator JSKK berorasi sebagai sebuah refleksi Kamisan. Suciwati menyatakan kemarahan dan kepedihannya ketika para pelanggar HAM di masa Orde Baru kini malah menjadi politisi yang berteriak-teriak tentang demokrasi dan HAM. Hadir di aksi diam Kamisan itu Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan, dan para pendukung lainnya. Fadroel Rahman, yang selama ini sangat aktif memperjuangkan ide Calon Presiden Independen hingga ke Mahkamah Konstitusi, adalah seorang aktivis yang sangat peduli pada perjuangan para korban pelanggaran HAM. Fadjroel menyatakan bahwa aksi Kamisan ini membuat dia tergugah dan <em>merinding</em> ketika dia mendengar seruan para Ibu Plaza de Mayo menyerukan dalam bahasa Spanyol: &#8220;sMereka yang hilang, hadir disini!&#8221;.  </p>
<div id="attachment_575" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk97.jpg?w=300&#038;h=400" alt="Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan" title="jskk97" width="300" height="400" class="size-full wp-image-575" /><p class="wp-caption-text">Fadjroel Rahman dan Romo Sandyawan</p></div>
<p>Tampak dalam aksi ini JSKK memanfaatkan spanduk, spanduk yang di rancang dengan baik, huruf yang digunakan memiliki legibilitas tinggi. Untuk menambah sarana aksi, digunakan kentongan bambu yang dipukul-pukul agar menarik perhatian pengguna jalan. sementara itu payung hitam sebagai simbol bagi JSKK tampak di tulisi dengan seruan &#8220;Usut Tuntas Tragedi Trisakti&#8221;, &#8220;Usut Kasus Talangsari..&#8221;, &#8220;Hapus Impunitas&#8221; dan lain sebagainya. Sementara <em>dress code</em> berupa baju berwarna hitam, dan T-shirt yang pada umumnya digunakan mengandung </p>
<div id="attachment_574" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk71.jpg?w=300&#038;h=422" alt="Sakitnya mengingat, susahnya melupakan" title="jskk71" width="300" height="422" class="size-full wp-image-574" /><p class="wp-caption-text">Sakitnya mengingat, susahnya melupakan</p></div>
<div id="attachment_550" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk91.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Payung adalah media komunikasi (1)" title="jskk91" width="400" height="300" class="size-full wp-image-550" /><p class="wp-caption-text">Payung adalah media komunikasi (1)</p></div>
<div id="attachment_553" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk921.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Payung adalah media komunikasi (2)" title="jskk921" width="400" height="300" class="size-full wp-image-553" /><p class="wp-caption-text">Payung adalah media komunikasi (2)</p></div>
<p>pesan sosial, menjadi media kampanye sosial yang sangat kuat. Kesemua media disini bersifat mendukung dan mengkomunikasikan pesan-pesan yang diperjuangkan JSKKK. Namun bagaimanapun harus diakui media utama yang paling kuat dalam aksi ini bukanlah media media desain grafis &#8211; namun media <em>performance</em> dari para pendukung aksi Kamisan &#8211; yang telah bertahan selama dua tahun lebih ini. Kehadiran para korban di muka istana negara adalah sebuah simbol protes yang paling kuat.</p>
<p>Upaya mereka yang menjadi korban kekerasan, penghilangan paksa, dan pelanggaran HAM, yang kemudian tergabung dalam Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI), KontraS, didukung didukung oleh Madres de the Plaza de Mayo, Argentina, AFAD dan Amnesty Internasional kemudian mengeluarkan <a href='http://www.kontras.org/index.php?hal=siaran_pers&amp;id=867'>pernyataan bersama</a> pada tanggal 17 April 2009 kemarin. Isi pernyataan adalah:  meminta Komnas HAM memberikan perhatian khusus terhadap lambannya proses penandatanganan Konvensi Perlindungan Semua Orang dari Penghilangan Paksa sebagaimana dijanjikan Pemerintah Indonesia dalam sidang Dewan HAM PBB, Maret 2007 lalu.</p>
<div id="attachment_556" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk931.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Payung adalah media komunikasi (3)" title="jskk931" width="400" height="300" class="size-full wp-image-556" /><p class="wp-caption-text">Payung adalah media komunikasi (3)</p></div>
<div id="attachment_555" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk94.jpg?w=400&#038;h=300" alt="payung adalah media komunikasi (4)" title="jskk94" width="400" height="300" class="size-full wp-image-555" /><p class="wp-caption-text">payung adalah media komunikasi (4)</p></div>
<div id="attachment_557" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk95.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Payung adalah media komunikasi (5)" title="jskk95" width="400" height="300" class="size-full wp-image-557" /><p class="wp-caption-text">Payung adalah media komunikasi (5)</p></div>
<p><strong>ARSIP DARI MEDIA LAIN YANG TERKAIT DENGAN TULISAN DI ATAS</strong></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 138px"><img alt="Majalah Tempo Edisi 20-26 April 2009 (hlm 35)." src="http://majalah.tempointeraktif.com/images.php?width=128&amp;pic=http://mbmcover.tempointeraktif.com/519/cover1209.jpg" title="mbmcover.tempointeraktif" width="128" height="171" /><p class="wp-caption-text">Majalah Tempo Edisi 20-26 April 2009 (hlm 35).</p></div>
<p><strong>Mesra di Atas Luka (oleh Budi Riza, Akbar Tri Kurniawan, Agung Sedayu)</strong><br />
<strong>Tulisan di bawah dikutip dari majalah <a href='http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/04/20/LU/mbm.20090420.LU130123.id.html'>Tempo</a> edisi 20-26 April 2009</strong><br />
&#8230;&#8230;<br />
Dua belas tahun lalu, Yani hilang. Diduga ia menjadi bagian dari aktivis prodemokrasi yang diculik militer Orde Baru. Walujo Djati, korban penculikan oleh Tim Mawar Komando Pasukan Khusus, meyakini Yani bagian dari korban. ”Saya menempati sel yang sebelumnya dihuni Yani,” katanya kepada Tempo. Ia mengetahui itu dari Pius Lustrilanang—kini pengurus pusat Gerindra— yang mendiami sel di samping kirinya. Pius tahu, ”Karena, sebelum saya masuk, Pius sudah masuk duluan.” Dalam pembicaraan lewat telepon dengan Tempo, Pius mengakuinya.</p>
<p>Dari 22 orang korban penculikan, hanya sembilan yang hidup. Anggota Tim Mawar telah dihukum. Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus, Letnan Jenderal Prabowo Subianto, telah pula diberhentikan dari dinas militer. Baik Prabowo maupun anggota Tim Mawar menyatakan hanya menculik sembilan aktivis yang kini selamat. </p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
<p>Beragam langkah telah ditempuh Mami untuk meminta kejelasan tentang nasib anaknya. Bersama Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia, ia mendesak pemerintah mengungkap penculikan itu. Namun, saat Megawati menjadi presiden, Mami merasa tidak mendapat bantuan apa pun, termasuk dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Untuk menyampaikan unek-unek ke Presiden Megawati, ia bersama keluarga korban penculikan tak diizinkan masuk Istana. ”Semua cuma omong besar,” katanya.</p>
<p>&#8230;&#8230;..</p>
<p>Ketika televisi menayangkan Megawati bersalaman akrab dengan Prabowo Subianto, Mami kian bingung. Mega dari PDI Perjuangan dan Prabowo dari Partai Gerindra sepekan terakhir memang tengah mengusahakan membangun koalisi menghadapi pemilu presiden. Dalam pertemuan di rumah Mega di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta itu, tampak pula mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Purnawirawan Wiranto, yang kini memimpin Partai Hanura. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/536/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=536&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/04/17/mereka-yang-hilang-hadir-disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk961.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk961</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/plaza-de-mayo11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">plaza-de-mayo11</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/plaza-de-mayo21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">plaza-de-mayo21</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk9</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk97.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk97</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk71.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk71</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk91.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk91</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk921.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk921</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk931.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk931</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk94.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk94</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/04/jskk95.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jskk95</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://majalah.tempointeraktif.com/images.php?width=128&#38;pic=http://mbmcover.tempointeraktif.com/519/cover1209.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbmcover.tempointeraktif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Branding Partai di Situ Gintung</title>
		<link>http://grafisosial.wordpress.com/2009/03/31/branding-partai-di-situ-gintung/</link>
		<comments>http://grafisosial.wordpress.com/2009/03/31/branding-partai-di-situ-gintung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 11:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>grafisosial</dc:creator>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://grafisosial.wordpress.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Branding adalah sebuah hal sangat penting dalam strategi pemasaran perusahaan perusahaan komersial dewasa ini. Branding bukan hanya merancang logo (atau corporate identity) dan mengaplikasikannya dimanapun. Branding adalah bagaimana sebuah perusahaan menjiwai, menjalankan, dan menghidupi &#8220;baju&#8221; dan peran, serta visi-misi yang diakui oleh perusahaan atau lembaga itu. Partai politik kini melakukan proses branding yang sangat intensif. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=521&subd=grafisosial&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_522" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-golkar.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Posko partai Golkar " title="situ-golkar" width="400" height="300" class="size-full wp-image-522" /><p class="wp-caption-text">Posko partai Golkar </p></div>
<p><em>Branding</em> adalah sebuah hal sangat penting dalam strategi pemasaran perusahaan perusahaan komersial dewasa ini. Branding bukan hanya merancang logo (atau corporate identity) dan mengaplikasikannya dimanapun. Branding adalah bagaimana sebuah perusahaan menjiwai, menjalankan, dan menghidupi &#8220;baju&#8221; dan peran, serta visi-misi yang diakui oleh perusahaan atau lembaga itu. Partai politik kini melakukan proses branding yang sangat intensif. Hal ini dilakukan dalam konteks kompetisi yang sangat ketat diantara partai-partai lain.</p>
<div id="attachment_523" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pdip.jpg?w=400&#038;h=311" alt="Posko PDI-P" title="situ-pdip" width="400" height="311" class="size-full wp-image-523" /><p class="wp-caption-text">Posko PDI-P</p></div>
<p>Bahkan dalam konteks bencana alam di Situ Gintung pun partai-partai melakukan proses branding, melalui program bantuan kemanusiaan sambil memasang bendera-bendera partai. Tentu saja bantuan-bantuan &#8211; dari siapapun &#8211; akan sangat dibutuhkan dan perlu disyukuri. Namun ketika para sukarelawan non-partai, bekerja banting-tulang siang dan malam membantu para korban, maka banyak orang bertanya-tanya akan niat baik dan ketulusan partai-partai itu. Dalam konteks demikian maka proses branding partai dapat menjadi bumerang yang akan merusak citra partai itu sendiri. Partai dapat dianggap tidak peka, dan membuat orang bertanya: <em>kok </em>tega-teganya, kampanye ditengah-tengah bencana dan penderitaan orang?</p>
<div id="attachment_524" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pks.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Posko PKS" title="situ-pks" width="400" height="300" class="size-full wp-image-524" /><p class="wp-caption-text">Posko PKS</p></div>
<div id="attachment_525" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-demkr.jpg?w=400&#038;h=311" alt="Posko Partai Demokrat" title="situ-demkr" width="400" height="311" class="size-full wp-image-525" /><p class="wp-caption-text">Posko Partai Demokrat</p></div>
<div id="attachment_528" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pan.jpg?w=400&#038;h=300" alt="Posko PAN" title="situ-pan" width="400" height="300" class="size-full wp-image-528" /><p class="wp-caption-text">Posko PAN</p></div>
<div id="attachment_532" class="wp-caption alignnone" style="width: 377px"><img src="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pbb1.jpg?w=367&#038;h=282" alt="Posko Partai Bulan Bintang" title="situ-pbb1" width="367" height="282" class="size-full wp-image-532" /><p class="wp-caption-text">Posko Partai Bulan Bintang</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/grafisosial.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/grafisosial.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/grafisosial.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/grafisosial.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/grafisosial.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/grafisosial.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/grafisosial.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/grafisosial.wordpress.com/521/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/grafisosial.wordpress.com/521/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/grafisosial.wordpress.com/521/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=grafisosial.wordpress.com&blog=2974769&post=521&subd=grafisosial&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://grafisosial.wordpress.com/2009/03/31/branding-partai-di-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cb2152c371299a77c7c64738b3c3b59b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">adit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-golkar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-golkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pdip.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-pdip</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-pks</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-demkr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-demkr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-pan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://grafisosial.files.wordpress.com/2009/03/situ-pbb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">situ-pbb1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>