13 Tahun sudah 4 pahlawan reformasi, Elang Surya Lesmana, Hafidhin Royan, Hendriawan Sie, dan Hery Hertanto, ditembak oleh peluru aparat. Namun tak pernah ada kejelasan hukum seputar kasus ini. Peringatan gugurnya keempat pahlawan Reformasi di Trisakit tahun 2011 ini dilengkapi pula dengan penempelan poster-poster protes di dinding samping jalan layang depan Trisakti, Poster-poster karya para streetartist anonim itu diperbanyak dengan teknik foto kopi, menggunakan kertas berwarna putih dan coklat. Beberapa terlihat dikerjakan tanpa teknik yang baik. Beberapa lainnya dikerjakan dengan sangat baik. Sebagai upaya pengingat media-media tersebut merupakan teaser yang patut dihargai. Awalnya kami menuliskan bahwa poster atau wheatpaste ini dikerjakan oleh mahasiswa Trisakti, namun ternyata Jurnal Grafisosial mendapat ralat bahwa itu dikerjakan oleh streetartist dari Jakarta Selatan dengan identitas e-mail “slatanis”.
Bulan Februari lalu Ikatan Alumni Trisakti mengusulkan keempat mahasiswa Trisakti tersebut sebagai pahlawan reformasi. Ingatan terhadap keempat pahlawan yang gugur dalam demonstrasi untuk menurunkan Soeharto kini tinggal lamat-lamat. Saat ini para wakil rakyat yang menikmati hasil reformasi sibuk dengan pembangunan gedung baru DPR yang mewah. Sebagian lagi sibuk dengan urusan pengadilan akibat kasus korupsi. Semoga bangsa kita takkan lupa jasa dan makna dari gugurnya keempat pahlawan Reformasi.



maaf ralat…kami bukan mahasiswa trisakti..kami hanya orang2 dari selatan jakarta
Mohon maaf untuk kesalahan tersebut. sudah dikoreksi.
kami akan terus beraksi menyuarakan aspirasi kami melalui senjata kami, POSTER!