
Tugu Proklamasi, dengan patung Soekarno-Hatta tampak berdiri megah. Sayang disekelilingnya tampak kotor tak terawat. Saat penulis berkunjung pada hari Minggu 29 Maret 2009, tampak digunakan untuk lahan bazaar yang berjualan tanaman hias, dan lain-lain, serta playground berbayar bagaikan pasar malam. Di satu sisi hal ini patut disyukuri, karena dengan demikian tugu proklamasi menjadi hidup dan dikunjungi warga, tua dan muda. Namun pertanyaannya apakah hanya dengan cara demikian saja kita dapat ‘menghidupkan” suasana Tugu Proklamasi? Kita sebagai bangsa yang mudah lupa memang perlu berupaya mencari cara untuk terus menghayati perjuangan para pendiri Republik Indonesia.

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.