Bila kita berjalan melalui depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat, akan kita lihat terpasang sebuah spanduk (lebih tepat disebut baliho) dari partai PDI-P. Ada dua pertanyaan yang dapat dimunculkan: Pertama, tepatkah sekretariat atau bagian rumah tangga DPR mengijinkan (ataumembiarkan?) PDI-P memasang media propaganda di pagar DPR yang harusnya netral? Seharusnyalah pagar DPR menjadi kawasan netral. Kedua, Mengapa seorang pemimpin partai selalu memanfaatkan figur ayahnya sebagai strategi komunikasi? Bayangkan bila seorang Megawati melepaskan diri dari citra Soekarno, apakah yang akan “dijual” untuk menarik hati rakyat konstituen? Tampaknya tim komunikasi PDI-P perlu bekerja lebih kreatif dan lebih keras. Mengapa? karena jauh lebih mudah “menjual” pemimpin muda yang belum berpengalaman namun cerdas, dibandingkan “menjual” tokoh yang sudah pernah mendapat kesempatan menjadi Presiden tanpa prestasi yang mengagumkan.
Foto: Arief Adityawan S.


3 responses so far ↓
Uwi // December 4, 2008 at 5:47 am
Aduh, Bu Mega.. Dari dulu bisanya jualan ‘figur Bapak’ melulu.. Sayangnya ya memang masih ‘dibeli’ euy.. Masih banyak rakyat yang hanyut dengan harapan-harapan ’siapa tau memang sebaik mendiang sang Bapak’.
Soal pagar DPR yang harusnya ‘bersih’, apa bagian R/T DPR itu mengerti soal begitu? Secara isi gedung itu melulu preman-preman partai, mana mengerti mereka hal-hal begitu? Selama ada uang yang masuk kantung, apa sih yang tidak bisa?
kemal_AK // December 23, 2008 at 11:52 am
Sumber KEkuasaan yangmenipu rakyat…
Seperti kontes nyannyi….
dalam kontes nyanyi yang diadu suaranya…
seperti lomba lari….
dalam lomba lari yang menang yang paling cepat…
seperti persaingan jualan krupuk….
Yang ditawarkan yaitu krupuk yang paling enak dan sesuai kebutuhan pasar dan memecahkan masalah masyarakat…
Dalam persaingan presiden harusnya yang dijual kemampuan diri memimpin dan memecahkan masalah rakyat…
bukan jualan figur bapak…
Anak kecil aja tau, klo mau menang lomba nyanyi, nyanyinya harus bagus, bukannya pamer klo bapaknya penyani ngetop…
Masak kalah ma anak kecil yang ikut lomba nyanyi… hehehe….!
Indah Parmalia // January 19, 2009 at 7:37 pm
aduuwh,,ini penyakit emank blom ilang yah..
harusnya jangan poto dan kutipan, tapi pembuktian didikan sang ayah..
Bisa2 abis smwa aset BUMN negara klo dibawah pimpinan Megawati..huff